Kremlin: Rusia Tak Rencanakan Mobilisasi Baru untuk Operasi Militer di Ukraina

Jum'at, 21 April 2023 - 22:00 WIB
loading...
Kremlin: Rusia Tak Rencanakan...
Kremlin: Rusia Tak Rencanakan Mobilisasi Baru untuk Operasi Militer di Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Kremlin mengatakan pada Jumat (21/4/2023), bahwa pihaknya tidak merencanakan gerakan mobilisasi baru untuk operasi militernya di Ukraina . Pernyataan ini dikeluarkan di tengah laporan media bahwa para siswa sedang menerima draf pemberitahuan pemanggilan wajib militer.

Serangan Rusia di Ukraina memasuki tahun kedua, dengan analis militer menunjuk kekebuntuan di medan perang di sektor timur. Moskow sendiri membantah mengalami kemunduran di garis depan.

Baca juga: Sekutu Barat Berkumpul di Jerman Bahas Permintaan Bantuan Ukraina

"Tidak ada pembicaraan di Kremlin tentang semacam gelombang mobilisasi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP.

Peskov berbicara setelah laporan media Rusia mengatakan bahwa siswa menerima draf pemberitahuan di Moskow dan beberapa kota lainnya.

“Sejujurnya, ini pertama kalinya saya mendengar tentang ini,” kata Peskov. “Pemberitahuan apa? Sejujurnya, saya bahkan tidak tahu,” lanjutnya.

Setelah mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, Presiden Vladimir Putin pada September memerintahkan pemanggilan militer “sebagian” untuk meningkatkan pasukan reguler dalam apa yang menjadi mobilisasi militer pertama di Rusia sejak Perang Dunia II. Ratusan ribu orang telah direkrut, sementara puluhan ribu lainnya telah melarikan diri ke luar negeri.

Baca juga: Rusia Selesaikan Inspeksi Kejutan Armada Pasifik, Hasilnya Siap Tempur

Peskov mengatakan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk memodernisasi dan mendigitalkan sistem draf Rusia dalam upaya terkait dengan “kewajiban konstitusional warga negara Rusia untuk melakukan wajib militer.”

Pekan lalu Putin menandatangani undang-undang untuk membuat sistem draf digital yang dapat melarang laki-laki meninggalkan negara itu di tengah serangan Moskow di Ukraina.

RUU itu dilarikan melalui parlemen dan bahkan anggota parlemen yang ramah Kremlin mengeluh bahwa RUU itu diadopsi dengan selubung kerahasiaan.

Mereka yang tidak hadir di kantor pendaftaran setelah menerima draf pemberitahuan elektronik tidak akan dapat mengambil pinjaman, mendaftarkan properti, atau bekerja sebagai pengusaha perorangan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved