Bangladesh Setuju Menjadi Tempat Uji Coba Tahap Akhir Vaksin Covid-19 China

Selasa, 21 Juli 2020 - 02:10 WIB
loading...
Bangladesh Setuju Menjadi...
Badan penelitian medis negara Bangladesh telah menyetujui uji coba fase ketiga dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sinovac Biotech. Foto/REUTERS
A A A
DHAKA - Badan penelitian medis negara Bangladesh telah menyetujui uji coba fase ketiga dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan China, Sinovac Biotech. Keputusan ini datang ditengah terus meningkatnya kasus infeksi Covid-19 di Bangladesh.

Seorang anggota komite penasihat teknis nasional Bangladesh untuk menangani Covid-19 mengatakan, Sinovac telah mencari sukarelawan di luar China karena jumlah kasus virus Corona di sana telah berkurang drastis.

(Baca juga: Inggris, AS dan Kanada Tuduh Rusia Hendak Curi Data Vaksin Covid-19)

Uji coba yang akan dilakukan oleh Pusat Internasional untuk Penelitian Penyakit Diarrheal, Bangladesh (ICDDR, B), dapat dimulai bulan depan.

"Kami telah memberikan izin etis untuk persidangan setelah meninjau protokol penelitian," ujar Mahmood Uz Jahan, direktur Dewan Penelitian Medis Bangladesh (BMRC) dalam sebuah pernyataan.

"Uji coba akan melibatkan 4.200 sukarelawan. Setengah dari mereka akan divaksinasi," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Selasa (21/7/2020).

(Baca juga: Relawan Diasuransikan, Ini Tempat Uji Klinis Suntik Vaksin COVID-19 di Bandung)

Menurut seorang pejabat ICDDR, B uji coba akan dilakukan di tujuh rumah sakit yang mengkhususkan diri dalam mengobati infeksi Covid-19 di Dhaka.

Seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan Bangladesh, yang menolak disebutkan namanya mengatakan, seharusnya tidak ada keberatan dari pemerintah karena Bangladesh akan mendapatkan prioritas jika mereka dapat berhasil mengembangkan vaksin.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
China Uji Rudal Hipersonik,...
China Uji Rudal Hipersonik, Bisa Targetkan Pesawat Pengebom AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved