Kremlin: Laut Hitam Tidak Akan Pernah Menjadi Laut NATO
Kamis, 13 April 2023 - 20:49 WIB
loading...
Kremlin menegaskan bahwa Laut Hitam tidak akan pernah menjadi Laut NATO. Foto/Ilustrasi
A
A
A
MOSKOW - Laut Hitam tidak akan pernah menjadi laut NATO , itu adalah wilayah bersama, dan harus ada keamanan yang tidak terpisahkan. Hal itu ditegaskan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
"Laut Hitam tidak akan pernah menjadi 'laut NATO.' Ini adalah laut bersama untuk semua negara pesisir, harus menjadi lautan kerja sama, interaksi, dan keamanan. Dan harus memiliki keamanan yang tak terpisahkan," kata Peskov.
"Kremlin percaya bahwa NATO dan demiliterisasi adalah konsep yang saling eksklusif," tambah juru bicara Kremlin itu seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (13/4/2023).
Baca Juga: Menhan Ukraina dan Spanyol Kompak Sangkal Pasukan NATO di Ukraina
Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyerukan untuk mengubah Laut Hitam menjadi "laut NATO", pada saat yang sama menyatakan perlunya demiliterisasi.
Dalam kesempatan itu, Peskov juga mengungkapkan saat ini tidak ada rencana untuk mengadakan pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
"Saat ini, tidak ada kontak telepon antara pemimpin Rusia dan China yang dijadwalkan," kata Peskov, menjawab pertanyaan yang relevan.
Baca Juga: Kebocoran Dokumen Pentagon Ungkap Jumlah Pasukan Khusus NATO di Ukraina
Seperti diketahui, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dari 20-22 Maret lalu, di mana ia mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pertemuan itu, keduanya menandatangani pernyataan bersama tentang rencana untuk mengembangkan bidang-bidang utama kerja sama ekonomi Rusia-China pada tahun 2030.
"Laut Hitam tidak akan pernah menjadi 'laut NATO.' Ini adalah laut bersama untuk semua negara pesisir, harus menjadi lautan kerja sama, interaksi, dan keamanan. Dan harus memiliki keamanan yang tak terpisahkan," kata Peskov.
"Kremlin percaya bahwa NATO dan demiliterisasi adalah konsep yang saling eksklusif," tambah juru bicara Kremlin itu seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (13/4/2023).
Baca Juga: Menhan Ukraina dan Spanyol Kompak Sangkal Pasukan NATO di Ukraina
Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyerukan untuk mengubah Laut Hitam menjadi "laut NATO", pada saat yang sama menyatakan perlunya demiliterisasi.
Dalam kesempatan itu, Peskov juga mengungkapkan saat ini tidak ada rencana untuk mengadakan pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
"Saat ini, tidak ada kontak telepon antara pemimpin Rusia dan China yang dijadwalkan," kata Peskov, menjawab pertanyaan yang relevan.
Baca Juga: Kebocoran Dokumen Pentagon Ungkap Jumlah Pasukan Khusus NATO di Ukraina
Seperti diketahui, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dari 20-22 Maret lalu, di mana ia mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pertemuan itu, keduanya menandatangani pernyataan bersama tentang rencana untuk mengembangkan bidang-bidang utama kerja sama ekonomi Rusia-China pada tahun 2030.
(ian)
Lihat Juga :