Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci Diadili atas Kejahatan Perang

Selasa, 04 April 2023 - 08:46 WIB
loading...
Mantan Presiden Kosovo...
Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci diadili atas kejahatan perang di pengadilan khusus di Den Haag, Belanda. Foto/REUTERS
A A A
DEN HAAG - Mantan Presiden Kosovo Hashim Thaci, yang memimpin perang kemerdekaan 1990-an melawan Serbia, mulai diadili atas kejahatan perang di pengadilan khusus di Den Haag, Senin.

Thaci sebelumnya adalah komandan militer kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Kosovo (KLA) dalam perang yang mengakibatkan lebih dari 100 pembunuhan.

Thaci dan tiga anggota tertinggi lainnya dari KLA, semuanya membantah 10 tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan saat mereka muncul di pengadilan khusus di Den Haag.

Baca Juga: Beograd: Kosovo Ingin Memulai Perang NATO-Serbia

Sementara Thaci dan yang lainnya terus dilihat sebagai pahlawan gerilya, jaksa penuntut mengatakan KLA etnis Albania secara terbuka memberlakukan pemerintahan brutal dengan pemenjaraan, penyiksaan dan pembunuhan untuk memperketat cengkeraman kekuasaan mereka selama dan setelah perang 1998-1999.

"Keempat pria ini tanpa diragukan lagi adalah pemimpin utama KLA dan mereka dipuji dan dihormati karenanya," kata Jaksa Alex Whiting di pengadilan, seperti dikutip AFP, Selasa (4/4/2023).

"Tapi ada sisi gelap dari kepemimpinan mereka," katanya lagi.

Thaci, yang mengenakan dasi biru dan jas abu-abu arang dan mendengarkan melalui headphone, membenarkan pembelaan yang dia ajukan saat pertama kali muncul di hadapan pengadilan pada tahun 2020.

"Saya sepenuhnya tidak bersalah," kata Thaci (54) di pengadilan.

Sesama terdakwa, mantan juru bicara KLA Jakup Krasniqi, sekutu politik terdekat Thaci Kadri Veseli dan tokoh kunci KLA Rexhep Selimi, juga membantah tuduhan tersebut.

Ribuan orang berunjuk rasa di Ibu Kota Kosovo, Pristina, pada Minggu untuk mendukung Thaci—yang mengundurkan diri sebagai presiden pada akhir 2020 dan menyerahkan diri ke pengadilan untuk menghadapi dakwaan.

Surat dakwaan jaksa menuduh bahwa setidaknya 407 orang diculik dan dipenjarakan di luar hukum, dan setidaknya 100 dari mereka dibunuh, antara 1 Januari 1998 hingga 31 Desember 2000. NATO melancarkan perang udara 78 hari atas nama KLA pada Maret 1999.

Perdana Menteri Albania, Edi Rama, mentweet untuk mendukung Thaci. "Dia pernah dipuji sebagai George Washington dari Kosovo oleh Joe Biden sendiri!" tulis Rama merujuk pada Presiden AS saat ini.

Biden memberikan pujian tersebut saat dirinya menjadi senator AS dan sangat mendukung perang NATO.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved