Beograd: Kosovo Ingin Memulai Perang NATO-Serbia
Sabtu, 11 Maret 2023 - 16:07 WIB
loading...
Presiden Serbia Aleksandar Vucic. Foto/VOA
A
A
A
BEOGRAD - Presiden Serbia Aleksandar Vucic menuduh otoritas etnis Albania di provinsi Kosovo yang memisahkan diri mencoba memprovokasi perang di mana NATO sekali lagi akan memihak mereka.
“Mereka ingin menyeret Serbia ke dalam konflik dengan NATO. Kurti ingin menjadi seperti (Volodymyr) Zelensky, dan saya akan menjadi semacam (Vladimir) Putin,” kata Vucic pada hari Jumat, mengacu pada Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti dan presiden Ukraina serta Rusia.
“Itu yang mereka kejar, apa yang telah mereka lakukan selama ini. Dan dalam hal ini, mereka mendapat dukungan dari sebagian besar komunitas internasional, karena (Kosovo) adalah anak mereka,” tambahnya seperti dikutip dari RT, Sabtu (11/3/2023).
Baca Juga: Slovenia Desak Serbia-Kosovo Gelar Pembicaraan Normalisasi
Vucic mengomentari penangkapan seorang etnis Serbia baru-baru ini atas tuduhan "kejahatan perang" sejak konflik 1998-99, yang berakhir dengan pengeboman NATO terhadap Serbia atas nama separatis etnis Albania. Pemerintah sementara di Pristina mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008, dengan dukungan Barat, yang ditolak oleh Beograd.
“Mereka ingin menyeret Serbia ke dalam konflik dengan NATO. Kurti ingin menjadi seperti (Volodymyr) Zelensky, dan saya akan menjadi semacam (Vladimir) Putin,” kata Vucic pada hari Jumat, mengacu pada Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti dan presiden Ukraina serta Rusia.
“Itu yang mereka kejar, apa yang telah mereka lakukan selama ini. Dan dalam hal ini, mereka mendapat dukungan dari sebagian besar komunitas internasional, karena (Kosovo) adalah anak mereka,” tambahnya seperti dikutip dari RT, Sabtu (11/3/2023).
Baca Juga: Slovenia Desak Serbia-Kosovo Gelar Pembicaraan Normalisasi
Vucic mengomentari penangkapan seorang etnis Serbia baru-baru ini atas tuduhan "kejahatan perang" sejak konflik 1998-99, yang berakhir dengan pengeboman NATO terhadap Serbia atas nama separatis etnis Albania. Pemerintah sementara di Pristina mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008, dengan dukungan Barat, yang ditolak oleh Beograd.
Lihat Juga :