Kremlin Tuding Ukraina di Balik Pembunuhan Blogger Militer Rusia
Selasa, 04 April 2023 - 03:30 WIB
loading...
Kremlin Tuding Ukraina di Balik Pembunuhan Blogger Militer Rusia. FOTO/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Rusia mengklaim pembunuhan blogger militer Vladlen Tatarsky oleh ledakan kafe di kota St. Petersburg pada akhir pekan lalu telah direncanakan oleh dinas khusus Ukraina .
“Ini adalah aksi teroris, kami telah melihat pernyataan NAK (Komite Nasional Antiterorisme). Sekarang tahap aktif penyelidikan sedang berlangsung, kami melihat langkah-langkah yang cukup gencar untuk menahan para tersangka,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Baca juga: Terima Paket Isi Bom, Blogger Militer Rusia Tewas Meledak di Kafe St Petersburg
“Bagaimanapun, mari bersabar dan tunggu pernyataan dari layanan khusus kami yang bekerja di sana,” lanjut Peskov, dalam jumpa pers, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Menanggapi pertanyaan apakah Presiden Rusia Vladimir Putin diberitahu tentang topik tersebut, Peskov mengatakan Putin segera diberi tahu.
"Kami berharap pemulihan yang cepat bagi mereka yang menderita akibat serangan teroris ini dan, tentu saja, kami turut berduka cita dengan keluarga dan teman (Maxim) Fomin, yang meninggal akibat serangan teroris ini," tambahnya.
Sebelumnya pada hari itu, NAK mengklaim bahwa ledakan yang menewaskan Tatarsky "direncanakan" oleh dinas khusus Ukraina.
“Ini adalah aksi teroris, kami telah melihat pernyataan NAK (Komite Nasional Antiterorisme). Sekarang tahap aktif penyelidikan sedang berlangsung, kami melihat langkah-langkah yang cukup gencar untuk menahan para tersangka,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Baca juga: Terima Paket Isi Bom, Blogger Militer Rusia Tewas Meledak di Kafe St Petersburg
“Bagaimanapun, mari bersabar dan tunggu pernyataan dari layanan khusus kami yang bekerja di sana,” lanjut Peskov, dalam jumpa pers, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Menanggapi pertanyaan apakah Presiden Rusia Vladimir Putin diberitahu tentang topik tersebut, Peskov mengatakan Putin segera diberi tahu.
"Kami berharap pemulihan yang cepat bagi mereka yang menderita akibat serangan teroris ini dan, tentu saja, kami turut berduka cita dengan keluarga dan teman (Maxim) Fomin, yang meninggal akibat serangan teroris ini," tambahnya.
Sebelumnya pada hari itu, NAK mengklaim bahwa ledakan yang menewaskan Tatarsky "direncanakan" oleh dinas khusus Ukraina.
Lihat Juga :