Balas Dendam, Putin Dapat Luncurkan Serangan Nuklir untuk Kehancuran Ukraina

Sabtu, 01 April 2023 - 10:56 WIB
loading...
Balas Dendam, Putin...
Lembaga think-tank Inggris memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin dapat meluncurkan serangan nuklir ke Ukraina jika kekalahan perangnya semakin dekat. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Presiden Rusia Vladimir Putin dapat meluncurkan serangan nuklir ke Ukraina jika menurutnya kekalahan Moskow sudah dekat. Demikian peringatan dari lembaga think-tank Chatham House yang berbasis di Inggris.

Moskow telah memicu kekhawatiran baru selama beberapa hari terakhir setelah mengumumkan akan mengerahkan senjata nuklir taktis ke Belarusia. Militer Putin juga baru saja menyelesaikan latihan dengan sistem rudal balistik antarbenua (ICBM) Yars.

Dalam sebuah makalah penelitian untuk Chatham House, pakar Rusia dan Eurasia dari lembaga tersebut; Keir Giles, memperingatkan ada kemungkinan “non-zero” Putin dapat melakukan serangan nuklir di Ukraina.

Baca Juga: AS Bebas Kerahkan 100 Bom Nuklir ke 5 Negara Eropa, Mengapa Putin Diprotes?

"Serangan nuklir dapat diperintahkan jika tidak ada lagi kemungkinan untuk mengeklaim kemenangan konvensional dan serangan destruktif yang kuat di Ukraina dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menghindari kekalahan yang jelas," kata Giles.

“Saat di mana Putin merasa pilihannya habis kemungkinan akan menjadi titik keputusan yang paling berbahaya,” katanya lagi, seperti dikutip GB News, Sabtu (1/4/2023).

Giles menjelaskan bahwa senjata nuklir hanya akan memiliki sedikit kegunaan militer di tanah di Ukraina karena garis depan membentang ratusan mil sehingga setiap serangan tidak hanya akan membunuh orang Ukraina tetapi juga akan menyinari tanah, membuatnya tidak dapat ditinggali oleh orang Rusia.

Pakar itu melanjutkan, sebagai akibatnya, serangan tidak mungkin dilakukan untuk mencapai tujuan militer. "Melainkan respons balas dendam yang dimaksudkan hanya untuk menyebabkan kesengsaraan dan kehancuran di Ukraina sebagai pengakuan atas kegagalan Rusia untuk menaklukkannya," paparnya.

Lembaga itu menambahkan bahwa hambatan yang mencegah Rusia meluncurkan senjata nuklir, seperti risiko serangan balasan dan eskalasi nuklir lebih lanjut, tidak mempertimbangkan kemungkinan bahwa Putin tidak dapat membuat keputusan yang rasional.

"Kondisi di atas perlu dipertimbangkan dengan peringatan bahwa mereka menganggap Presiden Putin mampu membuat pilihan rasional berdasarkan penilaian objektif atas situasinya dan Rusia," kata lembaga tersebut dalam laporannya.

Baca Juga: 2 Alasan Vladimir Putin Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia

“Mereka tidak memperhitungkan kemungkinan Putin terobsesi dan/atau delusi, atau dia tidak menerima gambaran yang jelas atau akurat dari orang-orang di sekitarnya tentang peristiwa dunia dan kemajuan perangnya."

"Juga tidak mungkin masalah ini diperparah oleh kondisi kesehatan fisik atau mental Putin sendiri...Faktor-faktor seperti ini dapat berkontribusi pada indikator keterputusan yang semakin luas antara Putin dan kenyataan," imbuh laporan Chatham House.

Giles menyarankan bahwa dalam upaya untuk mencegah Putin mempertimbangkan serangan nuklir, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan sekutu Barat lainnya tidak boleh membiarkan diri mereka menerima ancaman Moskow.

“Jika Rusia diizinkan untuk mencapai kesuksesan melalui intimidasi nuklir, ini memvalidasi konsep pemaksaan nuklir tidak hanya untuk Moskow tetapi juga untuk negara agresif, tegas, atau nakal lainnya di seluruh dunia," katanya.

“Peluang 'non-zero' [Putin menggunakan senjata nuklir] harus dikurangi lebih jauh dengan mempertimbangkan kembali pesan dari AS dan sekutunya mengenai kemungkinan hasil penggunaan nuklir," paparnya.

Pekan lalu, Putin mengumumkan bahwa Rusia memutuskan akan mengerahkan senjata nuklir taktis ke wilayah Belarusia. Menurutnya, keputusannya tidak melanggar hukum internasional karena AS juga melakukannya di lima negara Eropa selama puluhan tahun.

Sedangkan Belarusia mengatakan telah memutuskan untuk menjadi tuan rumah senjata nuklir taktis Rusia sebagai respons atas sanksi Barat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved