Putin Setujui Doktrin Kebijakan Luar Negeri Baru, Sebut Barat Lemahkan Rusia

Sabtu, 01 April 2023 - 02:00 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Ukraina Protes saat Rusia Jadi Ketua Dewan Keamanan PBB

Menguraikan ketentuan utama dokumen, Lavrov mencatat itu mencerminkan “perubahan revolusioner pada perimeter eksternal (Rusia) yang menerima dorongan yang terlihat setelah dimulainya operasi militer khusus” di Ukraina lebih dari setahun yang lalu.

Dokumen tersebut menyoroti upaya Barat, dan khususnya Amerika Serikat (AS), untuk merongrong kepentingan Rusia, dengan menyatakan, “Amerika Serikat dan satelitnya telah menggunakan langkah-langkah, yang diambil oleh Federasi Rusia untuk melindungi kepentingan vitalnya terkait Ukraina, sebagai dalih untuk meningkatkan kebijakan anti-Rusia yang sudah berlangsung lama, dan telah melancarkan perang hibrida jenis baru.”

Perang hibrida ini, menurut konsep tersebut, berusaha “melemahkan Rusia dengan segala cara yang memungkinkan”, termasuk dengan merongrong potensi militer, ekonomi, dan teknologinya serta bertujuan “membatasi kedaulatannya dalam politik eksternal dan internal serta mengikis integritas teritorialnya.”

Namun, dokumen tersebut menegaskan Moskow “tidak melihat dirinya sebagai musuh Barat, tidak mengisolasi diri darinya, dan tidak memiliki niat bermusuhan terhadapnya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved