Mengapa Rusia Tak Gunakan Nuklir untuk Melawan Ukraina?

Jum'at, 31 Maret 2023 - 19:00 WIB
loading...
Mengapa Rusia Tak Gunakan Nuklir untuk Melawan Ukraina?
Rusia menegaskan tidak perlu menggunakan senjata nuklir dalam perang melawan Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Pertanyaan mengapa Rusia tidak menggunakan senjata nuklir dalam perangnya dengan Ukraina kerap muncul. Ini wajar, sebab masyarakat internasional paham bahwa Moskow memiliki jumlah senjata nuklir terbanyak di dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengisyaratkan akan menggunakan senjata nuklir jika ekistensi negaranya terancam.

Namun, Putin menegaskan bahwa tidak ada gunanya menyerang Ukraina dengan senjata nuklir.

Di sisi lain, banyak pihak menyebut bahwa keengganan Putin tersebut berkaitan dengan tiga kekalahan Rusia di Kharkiv, Kiev, dan Kherson.



Pasukan Ukraina diketahui terus melakukan serangan balik di wilayah tersebut dan cukup merepotkan pasukan Moskow.

Rusia dilaporkan kalah perlahan dari Ukraina dan tentara Kiev sedang berada di performa terbaiknya. Di tengah kondisinya yang sedang terpojok, kecil kemungkinan bagi Putin untuk melesatkan senjata nuklirnya.

Alasan lainnya adalah, Amerika Serikat (AS) telah membekali tentara Ukraina dengan berbagai hal.

Melansir The Daily Beast, AS sudah memasok senjata sejak awal perang, memberikan pelatihan bagi tentara dan intelijen Ukraina.

Namun, AS terpantau belum memberikan senjata jarak jauh kepada Kiev untuk menginvasi balik Moskow. Selain itu, AS juga selalu meningkatkan mutu dan kualitas bantuan yang diberikan ke Kiev.

Pada 25 Maret 2023, Putin mengumumkan Rusia akan segera menempatkan senjata nuklir taktis di Belarusia. Hal itu dilakukan sebagai bentuk peringatan kepada Barat karena sudah meningkatkan dukungan militernya ke Ukraina.

Apalagi, Inggris telah menjanjikan peluru penembus baja dengan kandungan depleted uranium kepada Ukraina.

Senjata nuklir taktis Rusia yang hendak dikerahkan ke Belarusia memiliki kemampuan menjangkau objek dalam jerek pendek dengan hasil ledakan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan senjata nuklir strategis.

Selain itu, Rusia juga akan membangun fasilitas penyimpanan senjata nuklir di negara sekutunya itu, yang ditargetkan selesai pada 1 Juli mendatang.
(min)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1082 seconds (0.1#10.140)