Transgender Penembak Sekolah Nashville Sembunyikan 7 Senjata Api di Rumah

Kamis, 30 Maret 2023 - 01:09 WIB
loading...
Transgender Penembak...
Gambar dari video pengawasan menunjukkan apa yang digambarkan Departemen Kepolisian Metropolitan Nashville sebagai tersangka penembakan massal Audrey Elizabeth Hale (kiri) berjalan di The Covenant School membawa senjata di Nashville, Tennessee, AS, 27 Mar
A A A
WASHINGTON - Audrey Hale, seorang transgender yang menembak dan membunuh enam orang di Covenant School di Nashville, dirawat karena "gangguan emosional" ketika pria berusia 28 tahun.

“Dia membeli tujuh senapan dari lima toko senjata api yang berbeda dan menyimpannya di rumah,” ungkap pernyataan Kepala Polisi Metro Nashville John Drake selama konferensi pers pada Selasa (28/3/2023).

“Orang tua Hale percaya anak mereka tidak boleh memiliki senjata,” ujar Drake.

Namun, mereka hanya mengetahui satu senjata yang telah dibeli dan dijual Hale, padahal kenyataannya ada tujuh lagi yang disembunyikan di sekitar rumah.

Baca juga: Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka

Dari semua senjata api itu, setidaknya dua di antaranya diyakini polisi diperoleh secara legal.

Tiga dari senjata itu yakni dua senapan semi otomatis dan pistol, digunakan dalam penembakan hari Senin, yang menewaskan tiga siswa berusia sembilan tahun, serta seorang guru pengganti, kepala sekolah, dan seorang penjaga.

Senapan yang digergaji dan senapan lainnya ditemukan di rumah Hale, bersama dengan "bukti lainnya".

Baca juga: Bos Wagner Rusia Surati Jaksa: Hukuman Penjara untuk Ayah Tunggal Tidak Adil

Sebagai seorang mantan siswa di sekolah Kristen swasta itu, Hale telah merencanakan serangan terhadap Coventry dengan sangat rinci, menurut Drake.

Hal itu mengacu pada peta sekolah yang "digambar" dengan referensi ke titik masuk dan pengawasan.

Hale rupanya mengevaluasi lokasi serangan potensial kedua di Nashville, tetapi akhirnya memutuskan tidak melakukannya karena "terlalu banyak keamanan."

“Pembunuhnya adalah seseorang yang memiliki banyak amunisi, bersiap untuk konfrontasi dengan penegak hukum, siap melakukan lebih banyak kerusakan daripada yang sebenarnya dilakukan," papar kepala polisi itu.

Sementara motif penembakan Hale belum diketahui, polisi dilaporkan sedang menyelidiki "satu teori" dan telah berbicara dengan ayah si pembunuh.

Hale dilaporkan mengirim pesan kepada seorang teman masa kecil di Instagram sebelum memulai pembantaian, mengatakan kepada Averiana Patton, "Saya berencana untuk mati hari ini" dan "Saya telah meninggalkan lebih dari cukup bukti."

Mencoba mengurai kebingungan yang muncul tentang jenis kelamin penembak, Patton mengklarifikasi bahwa dia mengenal Hale sebagai perempuan ketika keduanya masih muda tetapi Hale menggunakan kata ganti maskulin di media sosial.

Polisi tiba di tempat kejadian dan menembak Hale secara fatal kurang dari 15 menit setelah panggilan telepon 911 pertama dari sekolah.

Rekaman kamera tubuh dari dua petugas yang membunuh penembak dirilis pada Selasa. Drake memuji para petugas atas tanggapan cepat mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved