Inggris Bakal Buat Jet Tempur Berteknologi AI, Mampu Terbang Tanpa Pilot

Kamis, 16 Maret 2023 - 20:04 WIB
loading...
Inggris Bakal Buat Jet...
Inggris bakal buat jet tempur berteknologi AS, mampu terbang tanpa pilot. Foto/Ilustrasi
A A A
TOKYO - Inggris akan bergabung dengan Jepang dan Italia untuk memproduksi jet tempur berteknologi artificial intelligence (AI) yang diharapkan mampu terbang tanpa pilot.

Inggris bakal menghabiskan 10 miliar poundsterling atau sekitar Rp185 triliun untuk jet tempur generasi terbaru itu.

Program Udara Tempur Global (GCAP) bermaksud lepas landas pada tahun 2035 dan menggabungkan teknologi Inggris, Jepang, dan Italia untuk menciptakan pesawat tempur tercanggih di dunia.

Baca Juga: Ngeri! Torpedo Poseidon Rusia Mampu Hancurkan Kota-kota Pesisir Inggris

Investasi besar datang di tengah kekesalan para jenderal Inggris atas kekurangan pendanaan untuk Angkatan Darat dalam Anggaran.

GCAP akan menjadi pengganti jet tempur Typhoon yang akan ditarik dari militer pada pertengahan 2030-an.

Ini akan menggabungkan semua penelitian dan pengembangan yang telah diselesaikan pada proyek pesawat masa depan 'Tempest'.

Jepang juga akan menyediakan semua teknologi yang akan digunakan untuk jet tempur generasi berikutnya sebagai bagian dari kolaborasi. Sedangkan Italia juga telah bergabung dengan GCAP tetapi dipahami sebagai mitra junior.

Baca Juga: Mata-mata AS Ditikam dalam Serangan Teroris di Inggris

Berbicara di Jepang, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan: "Kami akan menginvestasikan 2 miliar poundsterling dalam GCAP hingga 2025 dan £10 miliar selama sepuluh tahun ke depan."

"Program pengembangan keseluruhan akan di atas 25 miliar poundsterling. Mudah-mudahan kami akan mencapai pengembangan pada tahun 2025 dan beroperasi pada tahun 2035 – tonggak penting, tonggak sejarah yang harus kita semua temui dan wujudkan," sambungnya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (16/3/2023).

Pabrikan yang terlibat dalam proyek ini antara lain BAE dan Rolls-Royce dari Inggris, Leonardo dari Italia, dan Mitsubishi dari Jepang. Lusinan perusahaan Inggris yang lebih kecil juga akan disertakan. Inggris dan Jepang diperkirakan akan menanggung 80 persen dari biaya, dengan Italia mengambil sisanya.

Baca Juga: China Peringatkan Jalan Berbahaya setelah Kesepakatan AUKUS
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Jet Tempur Siluman F-35...
Jet Tempur Siluman F-35 Lampaui 1 Juta Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved