Jerman Minta Swiss Jual Kembali Tank Leopard 2

Sabtu, 04 Maret 2023 - 18:40 WIB
loading...
Jerman Minta Swiss Jual...
Jerman Minta Swiss Jual Kembali Tank Leopard 2. FOTO/Reuters
A A A
BERLIN - Jerman telah meminta Swiss untuk menjual beberapa tank Leopard 2 buatan pabrik Jerman. Ini merupakan kesepakatan yang memungkinkan negara-negara Barat meningkatkan bantuan militer ke Ukraina.

Jerman ingin Swiss menjual kembali beberapa tank ke pabrik pembuat senjata Rheinmetall, yang akan memungkinkan perusahaan untuk mengisi kembali kesenjangan dalam persenjataan anggota Uni Eropa dan NATO.

Baca: Leopard 2R Penyapu Ranjau, Tank Tanpa Meriam Bantuan Finlandia untuk Ukraina

Jerman, Polandia, Portugal, Finlandia, dan Swedia adalah beberapa negara yang mengirimkan tank Leopard untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari serangan Rusia, menciptakan celah di gudang senjata mereka sendiri.

Seperti dilaporkan Reuters, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius dan Menteri Ekonomi Robert Habeck memberi tahu Menteri Pertahanan Swiss Viola Amherd tentang proyek tersebut dalam surat tertanggal 23 Februari.

Hal ini diungkapkan Kementerian Pertahanan Swiss di Bern dan Berlin kepada Reuters pada hari Jumat. Cerita ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Swiss, Blick.

Dalam surat yang dilihat oleh Reuters, pemerintah Jerman mengatakan akan sangat berterima kasih jika Swiss dapat menyetujui pembelian tank Leopard 2 oleh Rheinmetall, seperti yang telah dilakukan di masa lalu, jika tank tersebut tidak dimaksudkan untuk dioperasikan lagi.

Baca: Jerman, Denmark, dan Belanda Akan Pasok 100 Tank Leopard 1 untuk Ukraina

“Tank tidak akan dijual ke Ukraina. Kami menjamin bahwa mereka akan tetap berada di Jerman atau dengan mitra kami di NATO dan Uni Eropa, untuk menutup celah yang muncul melalui transfer tank Leopard 2 dan untuk meningkatkan pasokan suku cadang. secara umum," bunyi surat itu.

Surat itu tidak merinci berapa banyak tank yang dibidik Berlin, tetapi diakui bahwa pemerintah Jerman sadar "bahwa ada diskusi di Swiss juga, tentang konsekuensi (perang Rusia di Ukraina) untuk pertahanan nasionalnya".

Di bawah undang-undang netralitas dan embargo senjata terpisah, Swiss dilarang mengirim senjata langsung ke Ukraina.

“Menteri Pertahanan Swiss Viola Amherd menjawab dalam sebuah surat pada 1 Maret bahwa kemungkinan penjualan sebagian dari armada tank Swiss akan mengharuskan parlemen Swiss secara resmi menyatakan tank-tank Mothball tidak dapat digunakan,” kata VBS.

Baca: Ikuti Langkah Jerman, Portugal Akan Kirim Tank Leopard 2 ke Ukraina

"Diskusi tentang masalah ini sedang berlangsung di parlemen," tambah juru bicara VBS. Saat ini, militer Swiss memiliki 134 tank Leopard 2 dalam pelayanan dan 96 lainnya dalam penyimpanan.

Pemerintah Swiss tidak mengatakan berapa banyak yang diminta Jerman untuk dibeli, tetapi juru bicara VSB mengatakan tentara mengatakan akan mungkin untuk membuang sejumlah tank.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
AS Akan Gunakan Aset-Aset...
AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?
Rekomendasi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Takut Ditangkap ICC,...
Takut Ditangkap ICC, Netanyahu Minta Bantuan Inggris dan Jerman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved