Iran Kembangkan Rudal Jarak Jauh, Ancam Bunuh Trump untuk Balas Dendam
Sabtu, 25 Februari 2023 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Televisi pemerintah telah menyiarkan apa yang dikatakannya sebagai rekaman pertama yang menunjukkan rudal jelajah Paveh yang baru.
Hajizadeh mengatakan Iran tidak berniat untuk membunuh "tentara malang" ketika melancarkan serangan rudal balistik terhadap pasukan pimpinan AS di Irak beberapa hari setelah komandan militer Iran Jenderal Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2020 di Baghdad.
"Insya Allah, kami ingin membunuh Trump. (Mantan Menteri Luar Negeri Mike) Pompeo...dan komandan militer yang mengeluarkan perintah (untuk membunuh Soleimani) harus dibunuh," kata Hajizadeh dalam wawancara televisi.
Para pemimpin Iran sudah sering bersumpah untuk membalas dendam atas kematian Soleimani.
Iran telah memperluas program misilnya, terutama misil balistiknya, dengan mengabaikan kekhawatiran Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Teheran mengatakan program rudalnya murni defensif dan bersifat pencegahan.
Hajizadeh mengatakan Iran tidak berniat untuk membunuh "tentara malang" ketika melancarkan serangan rudal balistik terhadap pasukan pimpinan AS di Irak beberapa hari setelah komandan militer Iran Jenderal Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2020 di Baghdad.
"Insya Allah, kami ingin membunuh Trump. (Mantan Menteri Luar Negeri Mike) Pompeo...dan komandan militer yang mengeluarkan perintah (untuk membunuh Soleimani) harus dibunuh," kata Hajizadeh dalam wawancara televisi.
Para pemimpin Iran sudah sering bersumpah untuk membalas dendam atas kematian Soleimani.
Iran telah memperluas program misilnya, terutama misil balistiknya, dengan mengabaikan kekhawatiran Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Teheran mengatakan program rudalnya murni defensif dan bersifat pencegahan.
Lihat Juga :