Hari Ke-4 Kebakaran Kapal Perang AS, Panasnya 538 Derajat Celsius
Kamis, 16 Juli 2020 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, tidak jarang kebakaran kapal memakan waktu berhari-hari untuk dipadamkan. Dia mencontohkan kebakaran bulan lalu yang melanda sebuah kapal kargo pengangkut mobil di Jacksonville, Florida, yang berlangsung hingga delapan hari.
Kapala perang USS Bonhomme Richard telah menjalani perawatan sejak 2018, sehingga ada beberapa peralatan serta puing-puing di sekitar kapal yang menghalangi tugas pemadam kebakaran. Salah satu sistem pencegah kebakaran kapal juga dinonaktifkan karena proyek pemeliharaan. (Baca juga: Kapal Perang AS yang Meledak Harganya Rp10, 9 Triliun, 57 Orang Terluka )
Hingga Rabu pagi, helikopter telah membuang 1.500 ember air ke kapal, mendinginkan superstruktur dan dek penerbangan untuk memungkinkan kru pemadam bergerak lebih jauh ke dalam kapal dan mengidentifikasi titik-titik panas. Mereka bertempur di dua area di haluan dan buritan.
Pensiunan Kapten Angkatan Laut, Lawrence Brennan, seorang profesor hukum maritim internasional di Universitas Fordham di New York, mengatakan menyemprotkan air ke kobaran api di kapal bisa berisiko. Menurutnya, jika ada aluminium di atas kapal yang meleleh pada kayu lapis, kombinasi tersebut dapat membuat aluminium karabin yang pada gilirannya dapat menghasilkan metana yang mudah terbakar ketika disemprot dengan air.
"Kebakaran tak terkendali seperti ini adalah salah satu ketakutan terburuk pelaut," katanya, seraya menambahkan itu sebabnya kapal dirancang untuk memiliki begitu banyak kompartemen yang dapat ditutup dengan cepat dengan pintu kedap udara.
Pejabat Angkatan Laut, Laksamana Muda Philip Sobeck mengatakan desain USS Bonhomme Richard yang seperti kapal induk mini mungkin telah membantu menyebarkan kobaran api.
"Untuk kelas kapal ini, area terbuka di atas penyimpanan kendaraan semuanya terbuka, hanggar besar," katanya. "Begitu api mencapai jumlah oksigen itu, ia menemukan cara lain untuk naik."
Kapala perang USS Bonhomme Richard telah menjalani perawatan sejak 2018, sehingga ada beberapa peralatan serta puing-puing di sekitar kapal yang menghalangi tugas pemadam kebakaran. Salah satu sistem pencegah kebakaran kapal juga dinonaktifkan karena proyek pemeliharaan. (Baca juga: Kapal Perang AS yang Meledak Harganya Rp10, 9 Triliun, 57 Orang Terluka )
Hingga Rabu pagi, helikopter telah membuang 1.500 ember air ke kapal, mendinginkan superstruktur dan dek penerbangan untuk memungkinkan kru pemadam bergerak lebih jauh ke dalam kapal dan mengidentifikasi titik-titik panas. Mereka bertempur di dua area di haluan dan buritan.
Pensiunan Kapten Angkatan Laut, Lawrence Brennan, seorang profesor hukum maritim internasional di Universitas Fordham di New York, mengatakan menyemprotkan air ke kobaran api di kapal bisa berisiko. Menurutnya, jika ada aluminium di atas kapal yang meleleh pada kayu lapis, kombinasi tersebut dapat membuat aluminium karabin yang pada gilirannya dapat menghasilkan metana yang mudah terbakar ketika disemprot dengan air.
"Kebakaran tak terkendali seperti ini adalah salah satu ketakutan terburuk pelaut," katanya, seraya menambahkan itu sebabnya kapal dirancang untuk memiliki begitu banyak kompartemen yang dapat ditutup dengan cepat dengan pintu kedap udara.
Pejabat Angkatan Laut, Laksamana Muda Philip Sobeck mengatakan desain USS Bonhomme Richard yang seperti kapal induk mini mungkin telah membantu menyebarkan kobaran api.
"Untuk kelas kapal ini, area terbuka di atas penyimpanan kendaraan semuanya terbuka, hanggar besar," katanya. "Begitu api mencapai jumlah oksigen itu, ia menemukan cara lain untuk naik."
Lihat Juga :