Menhan Inggris: Barat Ternyata Kekurangan Tank yang Siap Perang untuk Ukraina

Senin, 20 Februari 2023 - 15:42 WIB
loading...
Menhan Inggris: Barat...
Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Setelah berjanji memasok Ukraina dengan tank berat modern, banyak negara Barat sekarang menemukan bahwa sebagian besar persenjataan mereka tidak siap untuk mengambil bagian dalam konflik apa pun.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace. Dalam wawancara Sabtu (18/2/2023) dengan Der Spiegel, Wallace mencatat Jerman mengadakan pertemuan dengan sekutu NATO pekan ini untuk membahas pengiriman tank.

“Saat itulah masalahnya menjadi jelas. Keputusan politik ada di sana… Para politisi mengirim militer mereka ke depot hanya untuk menemukan bahwa tank mereka tidak beroperasi atau diperbaiki untuk dikirim ke Ukraina,” papar dia.

Menurut Wallace, NATO harus menghadapi kebenaran yang menyakitkan bahwa, “Tentara kita kurang lebih telah berkurang selama 30 tahun terakhir… Ada berapa banyak tank yang dimiliki setiap negara. Tapi kemudian ada kenyataan yang memberi tahu kita bahwa terlalu sedikit dari mereka yang beroperasi.”

Baca juga: Terungkap, Zelensky Sembunyi 2 Bulan di Bunker saat Rusia Gempur Ukraina

Ketika ditanya apakah tank-tank itu akan tiba di Ukraina tepat waktu, Menhan Inggris menyerukan untuk "memberi mitra lain sedikit lebih banyak waktu."

Dia menggambarkan tank buatan Barat sebagai "bukan peluru perak untuk memenangkan perang secara instan" dan menyoroti pentingnya melatih pasukan Kiev.

Wallace melanjutkan dengan mengatakan masalah serupa berlaku untuk amunisi. “Dalam hal persediaan amunisi, kami juga menemukan bahwa rencana masa damai kami tidak cukup. Kami tidak memperhitungkan perang sungguhan, jadi jumlah target amunisi terlalu rendah,” ujar dia.

Pada Januari, Inggris, Jerman dan AS memutuskan memasok Kiev dengan kendaraan lapis baja berat modern, masing-masing tank Challenger 2, Leopard 2 dan M1 Abrams.

Jerman juga telah menyetujui re-ekspor Leopard 2 dari negara ketiga ke Ukraina, dengan Kanselir Olaf Scholz menunjukkan baru-baru ini bahwa banyak negara yang telah meminta Berlin untuk izin re-ekspor telah gagal mengirimkan tank.

Rusia telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak memasok senjata ke Ukraina, dengan mengatakan itu hanya akan memperpanjang permusuhan.

Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov mengklaim tank Barat yang dikirim ke Kiev "akan terbakar" dan akan gagal mengubah hasil konflik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved