Intelijen Inggris: 97% Tentara Rusia Sekarang Berada di Ukraina

Kamis, 16 Februari 2023 - 19:17 WIB
loading...
Intelijen Inggris: 97%...
Intelijen Inggris mengklaim 97% tentara Rusia sekarang berada di Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan hampir semua tentara Rusia sudah berada di Ukraina , mempersulit Rusia untuk memiliki pasukan terlatih yang cukup untuk membantu membalikkan kekalahannya dalam perang.

Wallace mengatakan kepada BBC bahwa Rusia tidak dapat mengumpulkan satu kekuatan pun untuk "menembus" pertahanan Ukraina.

"Itu telah merugikan tentara Rusia. Kami sekarang memperkirakan 97% tentara Rusia, seluruh tentara Rusia, ada di Ukraina," katanya seperti dikutip dari Insider, Kamis (16/2/2023).

Dia juga mengulangi angka 97% saat dia membela dukungan militer Inggris untuk Ukraina, dengan mengatakan bahwa membantu Ukraina mengalahkan Rusia di Ukraina sebenarnya menambah keamanan di dalam negeri Inggris sendiri.

Baca: Polandia Desak NATO Beraksi Cepat Jika Rusia Menyerang

“Jika 97% tentara Rusia sekarang berkomitmen untuk Ukraina, dengan tingkat gesekan yang sangat, sangat tinggi, dan potensi efektivitas tempur mereka berkurang hingga 40%, dan hampir dua pertiga dari tank mereka hancur atau rusak, itu berdampak langsung pada keamanan Eropa," katanya kepada BBC.

Wallace juga membandingkan upaya Rusia untuk maju ke hampir tingkat gesekan Perang Dunia Pertama dan dengan tingkat keberhasilan dalam hitungan meter, bukan kilometer.

Tidak jelas berapa banyak pasukan yang dimiliki Rusia di Ukraina secara total.

Rusia dapat terus menambah lebih banyak pasukan melalui upaya mobilisasi massal atau lebih kecil, drive wajib militer yang lebih tersembunyi.

Tetapi upaya itu akan melibatkan orang-orang yang kemungkinan besar tidak memiliki pengalaman militer, dan yang Rusia perlukan untuk menghabiskan waktu pelatihan jika mereka ingin memasuki Ukraina dengan keterampilan nyata.

Baca: Panglima Militer AS: Rusia Telah Kalah Perang di Ukraina

Pembelot Rusia dan intelijen Barat telah berulang kali menyoroti bahwa banyak pasukan Rusia hampir tidak menerima pelatihan sebelum dikirim ke Ukraina.

Beberapa warga Rusia yang dipanggil dalam mobilisasi September menerima pelatihan yang sangat sedikit sehingga beberapa dipulangkan dalam kantong mayat hanya dalam waktu satu bulan setelah dipanggil untuk berperang di Ukraina.

Tetapi para ahli juga memperingatkan bahwa tingkat kematian pasukan yang tinggi tampaknya tidak mengganggu para pemimpin Rusia, dan memang cocok dengan strateginya ketika melawan Ukraina, sebuah negara yang mendapat bantuan Barat dalam pelatihan pasukan.

Tentara Rusia menggambarkan digunakan sebagai umpan meriam.

Baca: 6 Balon Rusia Serbu Ibu Kota Ukraina, Sebagian Ditembak Jatuh
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Yamaha MX King 150 Prima...
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Meluncur di PRJ 2026
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved