AS Tidak Tutup Kemungkinan Sanksi China Terkait Laut China Selatan

Rabu, 15 Juli 2020 - 21:18 WIB
loading...
AS Tidak Tutup Kemungkinan...
Amerika Serikat (AS) menuturkan, mereka mungkin akan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China yang terlibat dalam konflik di Laut China Selatan. Foto/Ist
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menuturkan, mereka mungkin akan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China yang terlibat dalam konflik di Laut China Selatan. Pernyataan ini datang setelah AS mengumumkan sikap yang lebih keras terhadap klaim Beijing di sana.

"Tidak ada yang diangkat dari atas meja, selalu ada ruang untuk itu (sanksi). Ini adalah bahasa yang dimengerti China, tindakan demonstratif dan nyata," ujar David Stilwell, asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Timur, seperti dilansir Reuters pada Rabu (15/7/2020).

( Baca juga: AS Tolak Klaim China pada Sumber Daya Alam di Laut China Selatan )

Pernyataan Sitwell datang sehari setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington akan menganggap perburuan sumber daya yang dilakukan Beijing di Laut China Selatan ilegal.

AS telah lama menolak klaim Beijing di Laut China Selatan, yang merupakan rumah bagi simpanan minyak dan gas yang berharga, dan jalur air yang vital untuk perdagangan dunia.

China mengklaim 90% dari kawasan yang berpotensi kaya energi, tetapi Brunei Darusalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim bagian dari itu. Untuk memperkuat klaim mereka, China membangun sejumlah pulau buatan di kawasan tersebut.

( Baca juga: Reaksi China usai AS Tolak Klaimnya atas Laut China Selatan )

Greg Poling, seorang ahli Laut China Selatan di Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington, mengatakan menyatakan klaim China membuka jalan bagi respons AS yang lebih keras, seperti melalui sanksi, dan juga dapat menyebabkan lebih banyak operasi kehadiran angkatan laut AS di kawasan itu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved