AS Tembak Jatuh Objek Misterius di Alaska, Eks Legislator Berharap Bukan UFO

Sabtu, 11 Februari 2023 - 10:37 WIB
loading...
AS Tembak Jatuh Objek...
AS tembak jatuh objek misterius di Alaska, eks legislator berharap bukan UFO. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Seorang mantan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik bertanya-tanya apakah objek yang ditembak jatuh di atas Alaska adalah sebuah objek terbang tak dikenal (UFO). Pasalnya, hingga saat ini pejabat Pentagon tetap bungkap atas ancaman itu.

"Sangat berharap 'objek (terbang) tak dikenal' ini adalah balon mata-mata yang lain dan bukan UFO," kata Peter Meijer di Twitter.

"Ironi membingungkan pesawat luar angkasa alien untuk balon cuaca akan luar biasa tetapi tidak layak untuk memulai konflik antarbintang," tambahnya seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (11/2/2023).

Pernyataannya datang tak lama setelah Koordinator Dewan Keamanan Nasional untuk Komunikasi Strategis AS John Kirby mengkonfirmasi bahwa sebuah objek tak dikenal ditembak jatuh di bagian timur laut Alaska pada Jumat pagi waktu setempat, setelah Departemen Pertahanan mengetahui objek tersebut pada Kamis malam.

Kirby mengatakan bahwa meskipun tidak jelas apa "objek di ketinggian tinggi" itu, objek tersebut menimbulkan ancaman yang masuk akal bagi keselamatan penerbangan sipil. Objek itu terbang di sekitar 40.000 kaki.

Baca: Usai Balon China, Jet Tempur F-22 AS Tembak Jatuh Benda Misterius di Langit Alaska

"Kami menyebut ini objek karena itulah deskripsi terbaik yang kami miliki saat ini," kata Kirby saat konferensi pers.

Kirby mengatakan bahwa mengikuti rekomendasi dari Pentagon, Presiden Joe Biden memerintahkan jet militer untuk menembak jatuh objek tersebut karena sangat berhati-hati. Ia menambahkan, objek tersebut mendarat di wilayah perairan Amerika yang saat ini membeku.

Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu Amerika Serikat menembak jatuh objek yang memasuki wilayah udaranya. Sabtu lalu, balon mata-mata China ditembak jatuh di atas Samudra Atlantik di lepas pantai Carolina Selatan setelah melayang melintasi negara itu selama beberapa hari.

Keputusan pemerintahan Biden untuk menunggu untuk bertindak atas balon itu sangat dikritik oleh Partai Republik.

Baca: AS Tembakkan Rudal Antarbenua setelah Pangkalan Nuklirnya Diintai Balon China

Pada hari Jumat, Kirby mengatakan objek yang ditembak jatuh di dekat Alaska "jauh lebih kecil" daripada balon pengintai dari Beijing minggu lalu. Dia menggambarkan objek itu kira-kira seukuran mobil kecil.

Sebagai perbandingan, balon mata-mata yang ditembak jatuh minggu lalu seukuran tiga bus, menurut pejabat Pentagon.

Pentagon baru-baru ini mendirikan kantor baru untuk memperluas penyelidikan terhadap UFO. Selama musim panas, para pejabat meluncurkan All-domain Anomaly Resolution Office (AARO), yang bertujuan untuk menyelidiki fenomena anomali atau udara tak dikenal yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional AS.

Meijer bukan satu-satunya yang mencurigai UFO di wilayah udara Amerika.

Anggota Kongres AS Tim Burchett, seorang Republikan dari Tennessee, bulan lalu menuduh pemerintah "menutup-nutupi secara besar-besaran," dan meminta para pejabat untuk "melepaskan semuanya" setelah Kantor Direktur Intelijen Nasional (DNI) menerbitkan laporan yang tidak dirahasiakan tentang UFO.

Baca: Biden: Amerika Tidak Mencari Konflik dengan China
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved