9.630 Orang Meninggal, Jumlah Korban Gempa Turki-Suriah Terus Naik Drastis

Rabu, 08 Februari 2023 - 16:59 WIB
loading...
9.630 Orang Meninggal,...
Waktu hampir habis bagi mereka yang masih dikhawatirkan terperangkap di bawah reruntuhan di Turki dan Suriah. Foto/Suhaib Salem/REUTERS
A A A
ANKARA - Tim penyelamat bekerja keras menarik para korban selamat dari puing-puing gempa ketika jumlah korban meninggal melampaui 9.000 jiwa di Turki selatan dan Suriah utara pada Rabu (8/2/2023).

Pejabat dan petugas medis mengatakan 7.108 orang tewas di Turki dan 2.530 jiwa di Suriah, sehingga total menjadi 9.630 orang.

Tapi jumlah itu masih bisa meningkat secara dramatis jika ketakutan terburuk para ahli terwujud.

Harapan menyelamatkan lebih banyak orang dari bawah reruntuhan makin memudar, seiring berjalannya waktu sejak gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) pada subuh Senin.

Baca juga: 123 Orang Dievakuasi KBRI dari 5 Wilayah Paling Terdampak Gempa di Turki, 1 WNI Meninggal

Gempa itu merupakan yang terbesar di Turki sejak 1939, ketika sekitar 33.000 orang tewas di provinsi Erzincan timur.

Sejak itu, wilayah tersebut telah dilanda lebih dari 100 gempa susulan, termasuk gempa kedua berkekuatan 7,6 SR.

Pemandangan tragis bayi yang baru lahir diangkat hidup-hidup dari puing-puing dan seorang ayah yang patah mencengkeram tangan putrinya yang telah meninggal memberi gambaran mencekam para korban.

Baca juga: Angkatan Laut AS Rilis Foto-foto Pertama Balon Mata-mata China yang Ditembak Jatuh

Hampir dua hari setelah satu gedung apartemen runtuh di Kahramanmaras, kota Turki tidak jauh dari pusat gempa, tim penyelamat menarik seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dari bawah reruntuhan.

Ayah anak laki-laki itu, Ertugrul Kisi, yang sebelumnya telah diselamatkan, terisak saat putranya ditarik bebas dan dimasukkan ke dalam ambulans.

Beberapa jam kemudian, tim penyelamat menarik seorang gadis berusia 10 tahun dari reruntuhan rumahnya di kota Adiyaman.

Di tengah tepuk tangan dari para penonton, kakeknya menciumnya dan berbicara dengan lembut padanya saat dia dimasukkan ke dalam ambulans.

Di kota Jindires, Suriah barat laut, penduduk menemukan bayi baru lahir yang menangis masih terhubung dengan tali pusar ke almarhum ibunya.

Bayi itu dilaporkan adalah satu-satunya anggota keluarganya yang selamat dalam bencana itu.

Sebanyak 1.280 orang tewas di barat laut yang dikuasai oposisi Suriah, dengan lebih dari 2.300 orang terluka, menurut sukarelawan responden pertama yang dikenal sebagai White Helmets.

Pemerintah Suriah telah melaporkan tambahan 1.250 kematian.

Tim penyelamat, juga dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, mengatakan di Twitter jumlah korban diperkirakan meningkat secara signifikan karena masih ada ratusan keluarga di bawah reruntuhan, lebih dari 50 jam setelah gempa.

Waktu Hampir Habis

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan waktu hampir habis untuk ribuan orang yang terluka dan mereka yang masih dikhawatirkan terperangkap.

Tim pencari dari lebih dari 20 negara bergabung dengan lebih dari 24.000 personel darurat Turki dan janji bantuan terus mengalir.

Tetapi di antara mereka yang kerabatnya masih berada di bawah reruntuhan, bantuan terlalu lambat datang.

“Aku tidak bisa mendapatkan saudaraku kembali dari reruntuhan. Saya tidak bisa mendapatkan keponakan saya kembali. Lihat di sekitar sini. Tidak ada pejabat negara di sini, demi Tuhan," ujar Ali Sagiroglu, warga Kahramanmaras, dengan pilu kepada AFP.

Stefanie Dekker dari Al Jazeera berada di Gaziantep dan dia memberikan laporan mengerikan saat petugas penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat.

“Sayangnya, di mana kita berada di sini, dan juga di lokasi lain yang baru saja kita kembalikan, ini adalah operasi pemulihan, bukan lagi operasi penyelamatan,” papar Dekker.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved