Angkatan Laut AS Rilis Foto-foto Pertama Balon Mata-mata China yang Ditembak Jatuh

Rabu, 08 Februari 2023 - 14:48 WIB
loading...
Angkatan Laut AS Rilis...
Pelaut dari Explosive Ordnance Disposal Group 2 menemukan balon pengintai milik China di perairan lepas pantai Myrtle Beach, AS, 5 Februari 2023. Foto/us navy/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) merilis gambar resmi pertama dari upayanya mendapatkan "balon pengintai" China.

Balon itu ditembak jatuh di atas Samudra Atlantik setelah terlihat di wilayah udara AS pekan lalu.

Angkatan Laut AS Rilis Foto-foto Pertama Balon Mata-mata China yang Ditembak Jatuh


Foto-foto yang diterbitkan pada Selasa (7/2/2023) menunjukkan anggota Angkatan Laut AS dari kelompok persenjataan bahan peledak bersandar di atas perahu karet lambung kaku dan menarik sebagian besar kain luar putih dan struktur cangkang balon.

Menggunakan drone bawah air, kapal perang, dan kapal tiup, Angkatan Laut melakukan operasi ekstensif mengumpulkan semua bagian perangkat.

Angkatan Laut AS Rilis Foto-foto Pertama Balon Mata-mata China yang Ditembak Jatuh


Balon itu menghabiskan beberapa hari terbang di atas Amerika Utara minggu lalu sebelum ditembak jatuh pada Sabtu di lepas pantai Carolina Selatan.

Balon itu berukuran tinggi sekitar 60 meter dan membawa paket sensor panjang di bawahnya, yang dikatakan Kepala Komando Utara AS, Jenderal Glen VanHerck, awal pekan ini seukuran jet regional kecil.

Angkatan Laut AS Rilis Foto-foto Pertama Balon Mata-mata China yang Ditembak Jatuh


Meski Beijing mengatakan balon itu adalah "pesawat sipil tak berawak" yang terutama mengumpulkan data cuaca dan terbang keluar jalur, Washington mengecam kehadirannya di wilayah udara AS sebagai pelanggaran kedaulatan negara yang "tidak dapat diterima".

VanHerck mengatakan pada Senin bahwa tim yang terlibat dalam upaya penemuan balon mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi dari kemungkinan ada bagian balon yang dipasangi bahan peledak.

Angkatan Laut juga menggunakan kapal untuk memetakan dan memindai dasar laut untuk semua bagian balon yang tersisa sehingga analis AS dapat memperoleh gambaran lengkap tentang jenis sensor apa yang digunakan dan untuk lebih memahami bagaimana balon dapat bermanuver.

Insiden tersebut meningkatkan ketegangan antara kedua negara, mendorong Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menunda rencana kunjungan ke ibu kota China yang diharapkan akan dimulai pada Minggu lalu.

China mengatakan keputusan menembak jatuh perangkat itu "berdampak serius dan merusak" hubungannya dengan AS.

Meski demikian, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby, pada Senin, mengatakan Washington tidak mencari konfrontasi.

Kirby menepis anggapan China bahwa balon itu untuk tujuan meteorologi, dengan mengatakan, "Itu menimbulkan kepercayaan ... bahwa ini adalah semacam balon cuaca yang mengambang di atas angin".

Pada Selasa, Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer mengatakan, "Pemerintahan (Biden) sedang melihat tindakan lain yang dapat diambil sebagai tanggapan atas balon tersebut.” Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Sementara legislator utama Demokrat mengakui hubungan AS-China "tegang", Schumer membela pemerintahan Presiden AS Joe Biden di tengah kritik dari Partai Republik, dengan mengatakan, “Tindakannya tenang, diperhitungkan, dan efektif."

“Ini adalah salah satu area di mana kita tidak membutuhkan politik. Jadi kita membutuhkan Demokrat dan Republik untuk bersatu,” papar Schumer.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Parlemen Israel Setujui...
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid
Rekomendasi
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Lukashenko Jadi Presiden...
Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Nginap di Istana Negara
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved