Pertarungan Setengah Hati di Laut China Selatan
Rabu, 15 Juli 2020 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
AS telah menolak klaim China di LCS sejak China berupaya memperluas wilayah kedaulatannya beberapa dekade silam. Namun, China tetap tidak bergeming. China bahkan tidak segan membangun pulau reklamasi, pangkalan militer, dan mengirimkan armada tempur ke LCS.
"Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan LCS sebagai wilayah kekaisaran maritim China di Asia," ujar Pompeo. Selain AS, beberapa negara di Asia Tenggara juga menentang keras klaim China, terutama Vietnam, Filipina, Malaysia, hingga Brunei Darussalam.
Kedutaan Besar (Kedubes) China untuk AS menepis semua tuduhan Pompeo dan menyebut semua pernyataannya tidak memiliki dasar dan bukti. Mereka mengatakan Departemen Luar Negeri AS dengan sengaja mengaburkan fakta-fakta dan hukum internasional termasuk Konvensi PBB mengenai Hukum Laut.
"Di bawah upaya menciptakan stabilitas, AS justru menunjukkan ototnya, meningkatkan ketegangan, dan memicu konfrontasi di kawasan," ungkap Kedubes China untuk AS. "Tuduhan ini sepenuhnya tidak bisa dibenarkan. China sepenuhnya menolak,” ungkap mereka. (Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)
Pejabat tinggi Partai Republik dan Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senate AS dan Komite Urusan Luar Negeri DPR AS juga menolak klaim China di LCS. "Kita tidak lagi memiliki kepentingan yang sama. China yang bersikap agresif di LCS sudah banyak melanggar hukum internasional," kata Senator Jim Risch dan Bob Menendez.
Sebelumnya, AS sempat memberikan kesempatan kepada China dan negara terlibat sengketa untuk menyelesaikan konflik di LCS secara damai, diplomatis, dan sejalan dengan hukum internasional. Namun, kini, AS menilai China tidak berada dalam posisi pengklaim yang sah secara hukum sehingga tidak dapat bernegosiasi.
Para ahli internasional menyatakan, pendirian negara lain juga sangat vital dalam menentukan keberpihakan di LCS. Jika satu negara memiliki pandangan yang sama dengan AS, maka negara tersebut secara otomatis menentang keberadaan China di LCS. (Muh Shamil)
"Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan LCS sebagai wilayah kekaisaran maritim China di Asia," ujar Pompeo. Selain AS, beberapa negara di Asia Tenggara juga menentang keras klaim China, terutama Vietnam, Filipina, Malaysia, hingga Brunei Darussalam.
Kedutaan Besar (Kedubes) China untuk AS menepis semua tuduhan Pompeo dan menyebut semua pernyataannya tidak memiliki dasar dan bukti. Mereka mengatakan Departemen Luar Negeri AS dengan sengaja mengaburkan fakta-fakta dan hukum internasional termasuk Konvensi PBB mengenai Hukum Laut.
"Di bawah upaya menciptakan stabilitas, AS justru menunjukkan ototnya, meningkatkan ketegangan, dan memicu konfrontasi di kawasan," ungkap Kedubes China untuk AS. "Tuduhan ini sepenuhnya tidak bisa dibenarkan. China sepenuhnya menolak,” ungkap mereka. (Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)
Pejabat tinggi Partai Republik dan Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senate AS dan Komite Urusan Luar Negeri DPR AS juga menolak klaim China di LCS. "Kita tidak lagi memiliki kepentingan yang sama. China yang bersikap agresif di LCS sudah banyak melanggar hukum internasional," kata Senator Jim Risch dan Bob Menendez.
Sebelumnya, AS sempat memberikan kesempatan kepada China dan negara terlibat sengketa untuk menyelesaikan konflik di LCS secara damai, diplomatis, dan sejalan dengan hukum internasional. Namun, kini, AS menilai China tidak berada dalam posisi pengklaim yang sah secara hukum sehingga tidak dapat bernegosiasi.
Para ahli internasional menyatakan, pendirian negara lain juga sangat vital dalam menentukan keberpihakan di LCS. Jika satu negara memiliki pandangan yang sama dengan AS, maka negara tersebut secara otomatis menentang keberadaan China di LCS. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :