Pertarungan Setengah Hati di Laut China Selatan

Rabu, 15 Juli 2020 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Keduanya hanya ingin menunjukkan keinginan mereka, tetapi tidak mau meningkatkan status konfliknya. "Militer AS pun memublikasikan operasi mereka seperti kondisi normal," kata Collin Koh, pakar keamanan maritim dari Nanyang Technological University di Singapura. AS hanya ingin memperkuat komunikasi strategis untuk meraih dukungan komunitas internasional," katanya. (Baca juga: Kalah Jumlah, Mustahil Jet Tempur Siluman J-25 Kalahkan F-35 AS)

China pun tetap selalu siaga dan waspada, sedangkan AS tetap mengimbau aliansinya untuk membantu melawan China di LCS. Itu dibuktikan dengan banyak kapal perang AS dan Inggris kerap berlayar ke LCS. Konflik setengah hati pun bisa disebut untuk menggambarkan pertarungan AS dan China di LCS.

AS Tolak Klaim China di LCS

Amerika Serikat (AS) menolak klaim China yang ingin menguasai sebagian besar kawasan Laut China Selatan (LCS), Senin (13/7) waktu lokal. Langkah tersebut mendapatkan kritikan keras dari Beijing yang menyatakan Washington berupaya meningkatkan ketegangan di kawasan.

Hubungan antara AS dan China kembali memanas di tengah wabah virus korona (Covid-19). Presiden AS Donald Trump menuduh China sebagai biang menyebarnya Covid-19 ke seluruh dunia. AS juga tidak senang dengan campur tangan China dalam sistem pemerintahan Hong Kong dan bagaimana China memperlakukan umat muslim Uighur. (Baca juga: Buwas Sebut Tidak Perlu Terlalu Risau dengan Ancaman Krisis Pangan)

China telah mengklaim sekitar 90% dari kawasan LCS yang kaya akan sumber daya energi dan ikan. Namun, klaim itu tumpang tindih dengan kawasan perairan Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Hampir setiap tahun kapal pengangkut barang senilai USD3 triliun berlayar di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo menerangkan, China tidak pernah memiliki dasar hukum yang jelas untuk mengklaim LCS. Selama bertahun-tahun, China hanya menggunakan intimidasi ekonomi dan kekuatan militer sebagai alat untuk menyingkirkan pesaingnya dari Asia Tenggara.

"Kami ingin kembali menegaskan klaim Beijing di kawasan LCS di sepanjang garis lepas pantai tidak memiliki landasan hukum apa pun," ujar Pompeo di hadapan awak media, dikutip Reuters. "China hanya menggunakan kekerasan untuk menguasai wilayah tersebut, terutama secara mental," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Babak Pertama: Uruguay...
Babak Pertama: Uruguay vs Spanyol, Blunder Muslera Bawa La Furia Roja Unggul 1-0
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved