AS Tolak Klaim China di Laut China Selatan, Taiwan Semringah

Rabu, 15 Juli 2020 - 03:31 WIB
loading...
AS Tolak Klaim China...
Laut China Selatan. Foto/Ilustrasi
A A A
TAIPEI - Kementerian Luar Negeri Taiwan menyambut baik penolakan Amerika Serikat (AS)terhadap klaim maritim China di Laut China Selatan . Taiwan juga menegaskan kembali hak kedaulatan negara itu atas pulau-pulau di Laut China Selatan sambil mendukung tatanan internasional berbasis aturan.

"Taiwan menentang upaya negara yang mencoba untuk menyelesaikan perselisihan di laut melalui intimidasi, paksaan atau kekerasan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou, dalam jumpa pers seperti dikutip dari Taipei Times, Rabu (15/7/2020).

Mengulangi prinsip-prinsip Taipei dalam menangani masalah LCS, Ou mengatakan bahwa Taiwan harus dimasukkan dalam mekanisme multilateral untuk menyelesaikan sengketa wilayah.

"Negara-negara terkait wajib menjaga kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan," katanya.

"Berdasarkan negosiasi yang setara, negara ini bersedia untuk bergabung dengan negara-negara lain dalam memelihara perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan, serta melindungi dan mengembangkan sumber daya kawasan," tukasnya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington akan menganggap perburuan sumber daya yang dilakukan Beijing di LCS ilegal.

Itu adalah pernyataan kuat terbaru oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menantang China, yang semakin ia jadikan sebagai musuh menjelang pemilihan presiden AS pada November mendatang.

"Klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum, seperti kampanye penindasan untuk mengendalikan mereka," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.

"Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan Laut China Selatan sebagai kerajaan maritimnya," sambungnya.

AS telah lama menolak klaim Beijing di Laut China Selatan, yang merupakan rumah bagi simpanan minyak dan gas yang berharga, dan jalur air yang vital untuk perdagangan dunia.

Pompeo secara eksplisit memihak negara-negara Asia Tenggara termasuk Filipina dan Vietnam, setelah bertahun-tahun AS mengatakan tidak mengambil posisi atas klaim individu.

"Amerika mendukung sekutu dan mitra Asia Tenggara kami dalam melindungi hak kedaulatan mereka atas sumber daya lepas pantai, konsisten dengan hak dan kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional," ucap Pompeo.

"Kami berdiri dengan komunitas internasional dalam membela kebebasan laut dan menghormati kedaulatan dan menolak setiap dorongan untuk memaksakan 'mungkin membuat benar' di Laut China Selatan atau wilayah yang lebih luas," katanya. (Baca: AS: Klaim China atas Laut China Selatan Melanggar Hukum! )

Beijing mengklaim sebagian besar Laut China Selatan melalui apa yang disebut "garis sembilan putus-putus," sebuah penggambaran yang kabur berdasarkan peta dari tahun 1940-an.

Mereka telah menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun pangkalan militer di pulau-pulau buatan di daerah yang diperebutkan untuk memperkuat klaimnya, sambil menyeret proses diplomatik untuk menyelesaikan perselisihan selama hampir dua dekade.

China kemarin mengatakan bahwa tuduhan melanggar hukum itu "sama sekali tidak dapat dibenarkan."

"Kami menyarankan pihak AS untuk sungguh-sungguh menghormati komitmennya untuk tidak memihak pada masalah kedaulatan wilayah, menghormati upaya negara-negara kawasan untuk Laut China Selatan yang damai dan stabil, dan menghentikan upayanya untuk mengganggu dan menyabot perdamaian dan stabilitas regional," kata kedutaan China di Washington. (Baca: Reaksi China usai AS Tolak Klaimnya atas Laut China Selatan )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Daveigh Chase, Pemeran...
Daveigh Chase, Pemeran 'The Ring' dan Pengisi Suara 'Lilo & Stitch' Meninggal Dunia
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Berita Terkini
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved