Paus Fransiskus Klarifikasi Komentarnya Terkait Homoseksual

Minggu, 29 Januari 2023 - 13:14 WIB
loading...
A A A
Pendeta James Martin, seorang Yesuit Amerika yang menjalankan pelayanan Outreach yang berbasis di AS untuk umat Katolik LGBTQ, meminta Paus Francis untuk klarifikasi dan mencetak tanggapan tulisan tangan paus di situs Outreach pada Jumat malam.

Dalam catatannya, Paus Francis menegaskan kembali bahwa homoseksualitas “bukanlah kejahatan,” dan berkata dia berbicara “untuk menekankan bahwa kriminalisasi itu tidak baik dan tidak adil.”

“Ketika saya mengatakan itu dosa, saya hanya mengacu pada ajaran moral Katolik, yang mengatakan bahwa setiap tindakan seksual di luar nikah adalah dosa,” tulis Fransiskus dalam bahasa Spanyol, menggarisbawahi kalimat terakhir.

Tetapi dengan mengacu pada pendekatan kasus per kasus dalam pelayanan pastoral, Paus Fransiskus mencatat bahwa bahkan pengajaran itu tunduk pada pertimbangan keadaan, “yang dapat mengurangi atau menghilangkan kesalahan.”

Baca: Presiden Taiwan Surati Paus Fransiskus, Sebut Perang dengan China Bukan Pilihan

Dia mengakui dia bisa lebih jelas dalam komentarnya kepada AP. Namun dia mengatakan dia menggunakan "bahasa alami dan percakapan" dalam wawancara yang tidak membutuhkan definisi yang tepat.

“Seperti yang Anda lihat, saya mengulangi sesuatu secara umum. Saya seharusnya mengatakan: 'Ini adalah dosa, seperti halnya tindakan seksual di luar pernikahan.' Ini berbicara tentang 'masalah' dosa, tetapi kita tahu betul bahwa moralitas Katolik tidak hanya mempertimbangkan masalah itu, tetapi juga mengevaluasi kebebasan dan niat; dan ini, untuk setiap jenis dosa,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Israel akan Gelar Acara...
Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
Rob Jetten Dilantik...
Rob Jetten Dilantik sebagai PM Gay Pertama Belanda
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
Robert Prevost, Paus...
Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved