Paus Fransiskus Klarifikasi Komentarnya Terkait Homoseksual

Minggu, 29 Januari 2023 - 13:14 WIB
loading...
Paus Fransiskus Klarifikasi...
Paus Frasiskus. Foto/CNA
A A A
ROMA - Paus Fransiskus mengklarifikasi komentarnya terkait homoseksual dan dosa. Paus mengatakan dia hanya mengacu pada ajaran moral resmi Katolik yang mengajarkan bahwa setiap tindakan seksual di luar pernikahan adalah dosa.

Dan dalam catatan Jumatnya, Paus Fransiskus mengingatkan bahkan ajaran hitam-putih itu tunduk pada keadaan yang mungkin menghapuskan dosa sama sekali.

Paus Fransiskus pertama kali membuat komentar dalam sebuah wawancara pada 24 Januari dengan The Associated Press, di mana dia menyatakan bahwa undang-undang yang mengkriminalkan homoseksual adalah tidak adil dan menjadi homoseksual bukanlah kejahatan.

Baca: Paus Fransiskus Sebut Homoseks Bukanlah Kejahatan

Seperti yang sering dilakukannya, Paus Fransiskus kemudian membayangkan percakapan dengan seseorang yang mengangkat soal ajaran resmi gereja, yang menyatakan bahwa tindakan homoseksual itu berdosa, atau tidak teratur secara intrinsik.

"Baik, tapi pertama-tama mari kita bedakan antara dosa dan kejahatan," kata Paus Francis. “Ini juga merupakan dosa untuk tidak saling beramal,” imbuhnya seperti dikutip dari ABC News, Minggu (29/1/2023).

Komentarnya yang menyerukan dekriminalisasi homoseksual dipuji oleh para pendukung LGBTQ sebagai tonggak sejarah yang akan membantu mengakhiri pelecehan dan kekerasan terhadap orang-orang LGBTQ. Tetapi rujukannya pada "dosa" menimbulkan pertanyaan tentang apakah dia percaya bahwa hanya menjadi gay itu sendiri adalah dosa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Israel akan Gelar Acara...
Israel akan Gelar Acara LGBTQ Terbesar di Timur Tengah
Rob Jetten Dilantik...
Rob Jetten Dilantik sebagai PM Gay Pertama Belanda
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved