Presiden Taiwan Surati Paus Fransiskus, Sebut Perang dengan China Bukan Pilihan
Selasa, 24 Januari 2023 - 03:00 WIB
loading...
Presiden Taiwan Surati Paus Fransiskus, Sebut Perang dengan China Bukan Pilihan. FOTO/Reuters
A
A
A
TAIPEI - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah menyurati Paus Fransiskus untuk mengatakan bahwa perang antara Taiwan dan China bukanlah suatu pilihan. Menurut Tsai, hanya dengan menghormati desakan rakyat Taiwan akan kedaulatan dan kebebasan barulah dapat terjalin hubungan yang sehat dengan Beijing.
Vatikan adalah satu-satunya sekutu diplomatik Eropa yang dimiliki Taiwan. Dan, Taiwan telah menyaksikan dengan prihatin saat Paus Francis bergerak untuk memperbaiki hubungan dengan China. Pulau yang diperintah secara demokratis itu hanya memiliki hubungan formal dengan 14 negara, sebagian besar karena tekanan China.
Baca: Diduga Jadi Mata-mata China, Taiwan Tahan Pensiunan Laksamana
Dalam surat yang dikirim sebagai tanggapan atas pesan Paus pada Hari Perdamaian Dunia pada 1 Januari, Tsai mengatakan perang di Ukraina telah membuat dunia menghargai nilai perdamaian dan menjaga keamanan regional telah menjadi konsensus penting.
"Dalam pidato Hari Nasional saya tahun lalu, saya menegaskan kembali bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah dasar untuk pengembangan hubungan lintas-Selat dan konfrontasi bersenjata sama sekali bukan pilihan," kata Tsai, menurut salinan surat tersebut yang dirilis oleh kantornya pada Senin (23/1/2023).
“Hanya dengan menghormati komitmen rakyat Taiwan terhadap kedaulatan, demokrasi, dan kebebasan kami, dapat menjadi dasar untuk melanjutkan interaksi konstruktif di Selat Taiwan,” kata Tsai, mengacu pada pidato yang dia berikan pada 10 Oktober tahun lalu.
China menggelar latihan perang di dekat Taiwan Agustus lalu, dan Beijing tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau itu.
Vatikan adalah satu-satunya sekutu diplomatik Eropa yang dimiliki Taiwan. Dan, Taiwan telah menyaksikan dengan prihatin saat Paus Francis bergerak untuk memperbaiki hubungan dengan China. Pulau yang diperintah secara demokratis itu hanya memiliki hubungan formal dengan 14 negara, sebagian besar karena tekanan China.
Baca: Diduga Jadi Mata-mata China, Taiwan Tahan Pensiunan Laksamana
Dalam surat yang dikirim sebagai tanggapan atas pesan Paus pada Hari Perdamaian Dunia pada 1 Januari, Tsai mengatakan perang di Ukraina telah membuat dunia menghargai nilai perdamaian dan menjaga keamanan regional telah menjadi konsensus penting.
"Dalam pidato Hari Nasional saya tahun lalu, saya menegaskan kembali bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah dasar untuk pengembangan hubungan lintas-Selat dan konfrontasi bersenjata sama sekali bukan pilihan," kata Tsai, menurut salinan surat tersebut yang dirilis oleh kantornya pada Senin (23/1/2023).
“Hanya dengan menghormati komitmen rakyat Taiwan terhadap kedaulatan, demokrasi, dan kebebasan kami, dapat menjadi dasar untuk melanjutkan interaksi konstruktif di Selat Taiwan,” kata Tsai, mengacu pada pidato yang dia berikan pada 10 Oktober tahun lalu.
China menggelar latihan perang di dekat Taiwan Agustus lalu, dan Beijing tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau itu.
Lihat Juga :