Tampang Edwin Wagensveld yang Robek dan Bakar Al-Qu'ran, Pernah Menghina Nabi Muhammad

Kamis, 26 Januari 2023 - 08:19 WIB
loading...
Tampang Edwin Wagensveld...
Tampang Edwin Wagensveld, pemimpin kelompok sayap kanan PEGIDA cabang Belanda, saat merobek salinan Al-Quran di Den Haag pada Senin (23/1/2023). Foto/Instagram/edwin_wagensveld
A A A
DEN HAAG - Edwin Wagensveld, pemimpin kelompok sayap kanan PEGIDA cabang Belanda , telah merobek dan membakar salinan Al-Qur'an di Den Haag, hari Senin.

Aksinya mengikuti politisi anti-Islam Denmark-Swedia; Rasmus Paludan, yang membakar salinan Al-Qur'an di luar Kedutaan Turki di Stockholm, Sabtu pekan lalu.

PEGIDA akronim dari Patriotic Europeans Against the Islamization of the West, sebuah gerakan sayap kanan yang menentang Islamisasi di Barat. Gerakan ini didirikan di Jerman pada 11 Oktober 2014.

Baca juga: Usai Bakar Al-Qur'an, Rasmus Paludan: Banyak Orang Ancam Bunuh Saya!

Sosok Edwin Wagensveld dikenal sebagai provokator anti-Islam. Dia sebelumnya melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dalam aksi terbarunya di Den Haag, Wagensveld mengancam akan meningkatkan situasi yang sudah tegang menyusul insiden di Stockholm.

Sebuah video yang di-posting di media sosial pada hari Senin menunjukkan provokator itu merobek salinan kitab suci umat Islam sebelum membakarnya.

Dia pernah ditangkap pada dua kesempatan sebelumnya karena aktivitas anti-Islamnya. Dalam aksinya hari Senin, Wagensveld mengeklaim dalam video bahwa dia mendapat izin dari otoritas kota Den Haag untuk "penghancuran Al-Qur'an".

Unggahan terpisah di akun Instagram-nya menunjukkan surat yang ditandatangani oleh Wali Kota Den Haag Jan van Zanen yang mengizinkannya menggunakan "benda" dalam protesnya, tetapi melarangnya membakarnya demi keselamatan publik.

"Hak untuk memprotes dan hak untuk kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia dan kebebasan yang dilindungi secara konstitusional," bunyi surat tersebut.

Namun ditambahkan bahwa pada prinsipnya membakar "benda" tersebut tidak diperbolehkan, karena dapat menimbulkan bahaya.

Saat Wagensveld merobek satu halaman dari kitab suci Al-Qur'an dan meremasnya, dia berkata: "Sebentar lagi, akan ada pendaftaran untuk aksi serupa di beberapa kota, saatnya menjawab sikap tidak hormat dari Islam dengan sikap tidak hormat."

Dia kemudian melanjutkan untuk merobek-robek Al-Qur'an, melempar halaman-halaman ke lantai sebelum berkata: "Setelah makan enak dan minum bersama kelompok kami, saatnya untuk membakar sisa-sisa Al-Qur'an."

Baca juga: Al-Qur'an Dirobek dan Dibakar, Al-Azhar Serukan Boikot Produk Belanda-Swedia

Klip video kemudian menunjukkan Al-Qur'an dan halaman-halamannya yang robek terbakar dalam api di sebuah benda yang menyerupai wajan yang diletakkan di atas lantai.

“Orang-orang yang mengenal dan mengikuti kami tahu bahwa kami tidak pernah menyerah, kami tidak membiarkan diri kami diintimidasi oleh kekerasan dan ancaman pembunuhan,” katanya.

Dua bulan lalu, Wagensveld ditahan polisi karena menghina Nabi Muhammad menggunakan megafon, menurut laporan berita lokal dan pernyataan tertulis yang dibuat oleh Kantor Kejaksaan Belanda.

Kejaksaan memutuskan, berdasarkan kasus yang ada, pernyataan Wagensveld bisa dianggap sebagai penghinaan terhadap agama Islam.

Tetapi pada akhirnya diputuskan bahwa dia tidak melakukan kejahatan apa pun dan oleh karena itu dia tidak akan dituntut atas tindakan tersebut.

Wagensveld juga ditahan sebulan sebelumnya karena tidak mematuhi aturan demonstrasi dan peringatan sesuai dengan rencana acara pembakaran Al-Qur'an.

Gerakan PEGIDA telah merencanakan untuk membakar Al-Qur'an di seberang gedung sementara Parlemen Belanda tetapi acara tersebut dibatalkan, menurut pernyataan dari kota Den Haag, yang mengatakan para demonstran ingin menggunakan Al-Qur'an dengan cara yang "provokatif".

"Diputuskan bahwa demonstrasi hanya dapat dilakukan tanpa Al-Qur'an untuk mencegah kekacauan. Para pengunjuk rasa menolak, setelah itu acara dibatalkan," bunyi pernyataan pemerintah kota Den Haag.

Gerakan PEGIDA, di akun media sosialnya, berdalih Wagensveld ditahan dengan alasan menolak menyerahkan Al-Qur'an kepada polisi.

Demonstrasi tandingan juga telah berkumpul wilayah tersebut namun bubar setelah polisi mengumumkan bahwa demonstrasi PEGIDA dibatalkan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rob Jetten Dilantik...
Rob Jetten Dilantik sebagai PM Gay Pertama Belanda
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved