Protes Reformasi Pengadilan Netanyahu, Ratusan Ribu Orang Turun ke Jalan Tel Aviv

Minggu, 22 Januari 2023 - 11:10 WIB
loading...
A A A
Para pengunjuk rasa menuduh Netanyahu mengancam pemerintahan demokratis, di tengah bentrokan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara pemerintah baru dan hakim Israel.

Reformasi yang direncanakan koalisi akan memungkinkan mereka untuk mengesampingkan pengadilan jika mereka membatalkan undang-undang di masa depan. Para penentang mengatakan ini mengancam sistem check and balance demokrasi Israel.

Kritikus juga mengatakan Netanyahu, yang diadili karena korupsi, sedang mencoba untuk mengendalikan hakim dalam upaya terakhir untuk menghindari masuk penjara.

Banyak pengunjuk rasa juga dengan sengit menentang posisi dari koalisi yang mencakup partai-partai sayap kanan yang sangat rasis, homofobik, dan anti-Palestina.

Ketika mulai menjabat, pemerintah Israel mendeklarasikan hak eksklusif Yahudi untuk semua wilayah tanah, termasuk wilayah Palestina yang diduduki.

Tal Meidan, seorang desainer interior dari Tel Aviv, memegang spanduk yang menggambarkan Netanyahu dan dua sekutu ultra-nasionalisnya sebagai "kucing yang mencoba mengambil krim".

"Saya pikir apa yang mereka lakukan salah secara moral dan etis," katanya kepada BBC sambil menggendong bayi laki-lakinya, Michael.

"Saya harap saya tidak akan menangis, tetapi kami memberikan banyak hal untuk sampai di negara ini. Dan saya tidak ingin [anak-anak saya] masuk militer di era ini," ujarnya.

"Saya sangat berharap keempat anak saya akan memiliki keadaan yang berbeda di mana kami setara, dan orang Arab setara, dan gay setara...jika tidak, kami tidak melihat diri kami membesarkan mereka di sini, sayangnya," tambahnya.

Baca: 80 Ribu Warga Israel Demo di Tel Aviv, Protes Pemerintahan Netanyahu

Namun gerakan protes ini tidak bersatu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Infografis
Balas Netanyahu, Pejabat...
Balas Netanyahu, Pejabat Arab Saudi: Pindahkan Israel ke Alaska
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved