Gara-gara Ini Angkatan Darat AS Harus Ganti Nama Senapan Barunya
Sabtu, 21 Januari 2023 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Tentara AS yang membawa senapan mesin ringan baru akan mendapat keringanan, dengan M250 berbobot 6,5 kg, dibandingkan dengan SAW 8,7 kg. Tetapi pasukan diharapkan hanya membawa 400 butir amunisi yang lebih berat, penurunan tajam dari beban standar 600 butir untuk penembak SAW.
Persenjataan baru adalah bagian dari rencana jangka panjang Angkatan Darat AS yang lebih besar untuk memodernisasi kekuatannya pada tahun 2030, dengan para pemimpin militer bertujuan untuk memperbarui formasinya sehingga mereka siap untuk melawan militer konvensional, sebuah perubahan dari pertempuran dua dekade terakhir sebagai bagian dari era Global War on Terror.
Beberapa dari upaya tersebut juga mencakup investasi pada kendaraan baru, robotika, rudal jarak jauh, dan peningkatan sistem pertahanan udara.
“Sebagian besar doktrin yang kami gunakan dan sistem persenjataannya adalah akhir tahun 70-an, awal tahun 80-an, yang telah kami tingkatkan secara bertahap,” kata Jenderal James McConville, perwira tinggi Angkatan Darat pada acara Asosiasi Angkatan Darat AS, Rabu lalu.
"Kami melihat keluar dari Irak dan Afghanistan, dan kami harus siap untuk operasi tempur skala besar," imbuhnya.
Baca: Turki Gagal Peroleh Jet Tempur Siluman F-35 AS, Beli F-16 Pun Tak Kunjung Disetujui
Persenjataan baru adalah bagian dari rencana jangka panjang Angkatan Darat AS yang lebih besar untuk memodernisasi kekuatannya pada tahun 2030, dengan para pemimpin militer bertujuan untuk memperbarui formasinya sehingga mereka siap untuk melawan militer konvensional, sebuah perubahan dari pertempuran dua dekade terakhir sebagai bagian dari era Global War on Terror.
Beberapa dari upaya tersebut juga mencakup investasi pada kendaraan baru, robotika, rudal jarak jauh, dan peningkatan sistem pertahanan udara.
“Sebagian besar doktrin yang kami gunakan dan sistem persenjataannya adalah akhir tahun 70-an, awal tahun 80-an, yang telah kami tingkatkan secara bertahap,” kata Jenderal James McConville, perwira tinggi Angkatan Darat pada acara Asosiasi Angkatan Darat AS, Rabu lalu.
"Kami melihat keluar dari Irak dan Afghanistan, dan kami harus siap untuk operasi tempur skala besar," imbuhnya.
Baca: Turki Gagal Peroleh Jet Tempur Siluman F-35 AS, Beli F-16 Pun Tak Kunjung Disetujui
(ian)
Lihat Juga :