Kisah Ameera, Eks Putri Kerajaan Arab Saudi: Tak Mau Berjilbab, Ingin Ubah Dunia Muslimah

Rabu, 18 Januari 2023 - 01:15 WIB
Selain menjabat wakil presiden dan sekretaris jenderal Yayasan Al-Waleed bin Talal, Ameera saat ini adalah pendiri dan CEO TimeAgency, serta anggota dewan Silatech, inisiatif sosial Qatar yang bekerja untuk menciptakan lapangan kerja dan memperluas peluang ekonomi bagi kaum muda di seluruh dunia Arab.

Pendekatannya terhadap reformasi adalah salah satu dari “evolusi, bukan revolusi”. Dalam sebuah pidato, yang dikutip laman Royals Blue, dia pernah berkata:

“Orang-orang mengambil suara mereka ke jalan-jalan ketika mereka tidak didengar oleh pemerintah mereka. Jika ingin stabilitas di daerah, kita harus membangun lembaga-lembaga masyarakat sipil agar masyarakat dapat menyalurkan kebutuhan mereka melalui lembaga ini. Jika kita ingin kemakmuran di daerah, kita harus berinvestasi pada kaum muda dengan mendorong usaha.”

Ameera juga aktif sebagai presiden dan salah satu pendiri Tasamy Initiatives Youth Volunteer Center. Dia telah berbicara secara terbuka di Amerika Serikat di NBC's Today, CNN International dan NPR, serta di TIME dan Foreign Policy Magazine, untuk mendukung hak-hak perempuan di Arab Saudi dan isu yang lebih luas tentang kemampuan keseluruhan perempuan untuk berkontribusi penuh dalam masyarakat Saudi.

Dia juga pernah menjadi pembicara di Clinton Global Initiative pada tahun 2011,juga pernah telah tampil di Newsweek, The Daily Beast dan The Huffington Post.

Berkat usahanya, pada Juni 2018, perempuan di Kerajaan Arab Saudi akhirnya mendapatkan hak untuk mengemudikan kendaraan secara legal. Kendati demikian, kebebasan perempuan Arab Saudi mengemudikan kendaraan dikreditkan sebagai prestasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!