Menteri Kehakiman Israel Ungkap Rencana Rusak Sistem Peradilan
Sabtu, 07 Januari 2023 - 05:01 WIB
"Kita pergi ke kotak suara dan memilih tetapi dari waktu ke waktu orang yang tidak kita pilih membuat keputusan untuk kita. Ini bukan demokrasi," papar dia.
Baca juga: AS Kembalikan Artefak Curian Berusia 2.700 Tahun ke Palestina
Namun, menurut The Guardian, banyak kritikus termasuk kebebasan sipil dan pembela hak asasi manusia telah menentang perubahan kebijakan tersebut karena sistem demokrasi negara yang membela pengadilan menjadi benteng hak-hak minoritas.
Wartawan Gidi Weitz memperingatkan, "Jika langkah-langkah ini dilakukan, kita akan mengalami perubahan pemerintahan di Israel dari demokrasi parsial menjadi pemerintahan otoriter langsung."
Selain itu, mantan Menteri Kehakiman Israel, Gideon Sa'ar, menyebut rencana itu sebagai "perubahan rezim".
Baca juga: Pertama dalam 300 Tahun, China Kehilangan Gelar Negara Terpadat di Dunia Tahun Ini
Baca juga: AS Kembalikan Artefak Curian Berusia 2.700 Tahun ke Palestina
Namun, menurut The Guardian, banyak kritikus termasuk kebebasan sipil dan pembela hak asasi manusia telah menentang perubahan kebijakan tersebut karena sistem demokrasi negara yang membela pengadilan menjadi benteng hak-hak minoritas.
Wartawan Gidi Weitz memperingatkan, "Jika langkah-langkah ini dilakukan, kita akan mengalami perubahan pemerintahan di Israel dari demokrasi parsial menjadi pemerintahan otoriter langsung."
Selain itu, mantan Menteri Kehakiman Israel, Gideon Sa'ar, menyebut rencana itu sebagai "perubahan rezim".
Baca juga: Pertama dalam 300 Tahun, China Kehilangan Gelar Negara Terpadat di Dunia Tahun Ini
Lihat Juga :