Falujjah, Kota di Irak Akan Jadi Nama Kapal Angkatan Laut AS
Minggu, 01 Januari 2023 - 23:45 WIB
Terletak sekitar 65 kilometer dari Bagdad, kota ini menjadi basis pemberontakan Sunni anti-pemerintah setelah invasi pimpinan AS pada 2003 menggulingkan Saddam Hussein. Militan Al-Qaeda, yang bangkit melawan pemerintah yang didominasi Syiah di Bagdad, bertempur dalam dua pertempuran berdarah dengan pasukan AS di Fallujah pada tahun 2004 yang menewaskan lebih dari 100 orang Amerika dan melukai lebih dari 1.000 orang.
Pertempuran Fallujah pertama dipicu oleh meningkatnya kekerasan di kota tersebut, termasuk kematian lima tentara AS yang terkena bom pinggir jalan, dan empat kontraktor keamanan yang bekerja untuk Blackwater USA. Para kontraktor dibunuh dan tubuh mereka dibakar. Dua mayat digantung di jembatan, dan foto-foto pembantaian itu disebarkan ke media.
Baca: AS Kandangkan Jet Tempur Siluman F-35 setelah Kecelakaan Dramatis di Texas
Sebagai tanggapan, Marinir berjuang selama berhari-hari untuk menguasai kota, dan pada titik balik, sebuah kendaraan Marinir terkena granat berpeluncur roket yang ditembakkan dari masjid, melukai lima Marinir. Pasukan AS berkumpul di masjid dan akhirnya menembakkan rudal Hellfire di dasar menaranya, dan jet tempur F-16 menjatuhkan bom seberat 500 pon, menewaskan puluhan orang dan memicu sentimen anti-Amerika.
Namun, dalam sebulan, pasukan AS menarik diri dari Fallujah dan menyerahkan kendali kepada pasukan keamanan Irak setempat. Pertempuran kedua terjadi pada November 2004, dan merupakan serangan udara dan darat besar-besaran oleh pasukan AS, bersama dengan pasukan Inggris dan Irak, untuk menguasai kota. Lusinan orang Amerika dan ratusan militan tewas dan sebagian besar kota rusak dan hancur.
Pertempuran Fallujah pertama dipicu oleh meningkatnya kekerasan di kota tersebut, termasuk kematian lima tentara AS yang terkena bom pinggir jalan, dan empat kontraktor keamanan yang bekerja untuk Blackwater USA. Para kontraktor dibunuh dan tubuh mereka dibakar. Dua mayat digantung di jembatan, dan foto-foto pembantaian itu disebarkan ke media.
Baca: AS Kandangkan Jet Tempur Siluman F-35 setelah Kecelakaan Dramatis di Texas
Sebagai tanggapan, Marinir berjuang selama berhari-hari untuk menguasai kota, dan pada titik balik, sebuah kendaraan Marinir terkena granat berpeluncur roket yang ditembakkan dari masjid, melukai lima Marinir. Pasukan AS berkumpul di masjid dan akhirnya menembakkan rudal Hellfire di dasar menaranya, dan jet tempur F-16 menjatuhkan bom seberat 500 pon, menewaskan puluhan orang dan memicu sentimen anti-Amerika.
Namun, dalam sebulan, pasukan AS menarik diri dari Fallujah dan menyerahkan kendali kepada pasukan keamanan Irak setempat. Pertempuran kedua terjadi pada November 2004, dan merupakan serangan udara dan darat besar-besaran oleh pasukan AS, bersama dengan pasukan Inggris dan Irak, untuk menguasai kota. Lusinan orang Amerika dan ratusan militan tewas dan sebagian besar kota rusak dan hancur.
Lihat Juga :