Filipina Prihatin China Klaim Sejumlah Areal Kosong di Laut China Selatan

Rabu, 21 Desember 2022 - 18:30 WIB
Kementerian menambahkan bahwa lembaga lain telah diminta untuk menyelidiki. Beijing mengklaim hampir semua jalur air yang kaya sumber daya, yang dilalui perdagangan triliunan dolar setiap tahunnya. Penggugat lainnya termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan.

China telah mengabaikan putusan dari Pengadilan Arbitrase Permanen yang berbasis di Den Haag bahwa klaim historisnya tidak berdasar. Dalam beberapa tahun terakhir, China telah membangun pulau buatan di atas karang di perairan yang disengketakan, dan juga telah membangun fasilitas militer dan lapangan terbang.

Baca: Kunjungi Filipina, AS Gerak Cepat Lawan Klaim Wilayah China

Filipina telah berulang kali menuduh penjaga pantai dan milisi maritim China melecehkan dan menyerang kapal penangkap ikan dan kapal lainnya. Di Spratly, China menempati setidaknya tujuh pulau dan bebatuan, memiliterisasinya dengan landasan pacu, pelabuhan, dan sistem radar.

Laporan Bloomberg mengatakan reklamasi baru sedang berlangsung di Eldad Reef, Whitsun Reef, Sandy Cay, dan Lankiam Cay. Yang terakhir adalah 13km timur laut Pulau Loaita yang diduduki Filipina dan 53,3km dari Subi Reef yang dikuasai China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!