Pemimpin Komunis Filipina Jose Sison Meninggal di Pengasingan Belanda
Minggu, 18 Desember 2022 - 03:47 WIB
“Proletariat Filipina dan orang-orang yang bekerja keras berduka atas kematian guru dan penuntun mereka,” kata Partai Komunis Filipina dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Tak Peduli HAM, Duterte Perintahkan Militer dan Polisi Habisi Pemberontak Komunis
Pemimpin komunis yang mengasingkan diri itu telah tinggal di Eropa sejak akhir 1980-an, setelah dibebaskan dari penjara menyusul jatuhnya diktator Ferdinand Marcos, yang putranya; Marcos Jr, terpilih sebagai presiden dalam pemilu Mei tahun ini.
Sison dimasukkan ke dalam daftar teroris oleh Amerika Serikat pada tahun 2002, yang mencegahnya bepergian.
Partai Komunis Filipina mengatakan Sison meninggal dengan tenang sekitar pukul 20.40 pada hari Jumat setelah dirawat di rumah sakit di Utrecht.
Baca juga: Tak Peduli HAM, Duterte Perintahkan Militer dan Polisi Habisi Pemberontak Komunis
Pemimpin komunis yang mengasingkan diri itu telah tinggal di Eropa sejak akhir 1980-an, setelah dibebaskan dari penjara menyusul jatuhnya diktator Ferdinand Marcos, yang putranya; Marcos Jr, terpilih sebagai presiden dalam pemilu Mei tahun ini.
Sison dimasukkan ke dalam daftar teroris oleh Amerika Serikat pada tahun 2002, yang mencegahnya bepergian.
Partai Komunis Filipina mengatakan Sison meninggal dengan tenang sekitar pukul 20.40 pada hari Jumat setelah dirawat di rumah sakit di Utrecht.
Lihat Juga :