Sekjen PBB: Jika Bantuan Dihentikan, Warga Suriah Hadapi Musim Dingin Mengerikan

Jum'at, 16 Desember 2022 - 06:00 WIB
Menurut laporannya, 7,5 juta orang tinggal di daerah yang tidak berada di bawah kendali pemerintah Suriah, terutama di seberang utara dengan sejumlah kecil di Rukban di tenggara, dan 6,8 juta di antaranya membutuhkan bantuan kemanusiaan karena permusuhan dan perpindahan yang meluas.

“Secara lebih luas, setelah 11 tahun konflik, negara ini masih memiliki jumlah pengungsi internal terbesar di dunia, mendorong salah satu krisis pengungsi terbesar di dunia, dan situasi kemanusiaan terus memburuk,” ujar Guterres.

Baca: UE Kecam Rezim Suriah karena Gunakan Senjata Kimia pada Warga Sipil

Menurutnya, situasi yang sudah mengerikan ini diperparah dengan penyebaran kolera di seluruh negeri, pandemi COVID-19, ekonomi dan iklim yang memburuk, serta guncangan lain yang disebabkan oleh manusia.

“Akibat dari tantangan tersebut, pada tahun 2023, sekitar 15,3 juta orang dari total populasi 22,1 juta diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan, dibandingkan dengan 14,6 juta orang pada tahun 2022,” kata Sekjen. “Ini adalah tingkat tertinggi orang yang membutuhkan sejak awal konflik pada tahun 2011.” lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!