Roda Pendaratan Turun, Malaysia Airlines MH370 Diduga Ditenggelamkan dengan Cepat

Selasa, 13 Desember 2022 - 12:58 WIB
Penerbangan itu membawa 239 orang, termasuk 12 awak Malaysia, serta 227 penumpangnya yang berasal dari 14 negara berbeda. Semuanya yang ada di dalam penerbangan itu telah dianggap meninggal meski jejak mereka belum pernah ditemukan.

Baca juga: MH370 Berputar-putar 20 Menit, Kuatkan Teori Pilot Sengaja Menjatuhkannya

Pesawat Boeing 777 itu menghilang dari layar radar saat terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing. Pesawat berbelok tak terduga dari jalur penerbangan yang direncanakan dan malah dilacak radar militer di atas Selat Malaka sebelum kehilangan kontak.

Setelah bertahun-tahun mempertanyakan penyebabnya, analisis oleh Richard Godfrey, seorang insinyur Inggris, dan Blaine Gibson, seorang investigator Amerika Serikat yang mencari reruntuhan MH370, menyatakan bahwa pesawat itu jatuh dengan cepat, dan dengan niat yang disengaja.

Jika sebuah pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di air, pilot dilatih untuk menjaga agar roda pendaratan tetap ditarik untuk dampak kecepatan rendah yang terkendali.

Itulah yang dilakukan kapten maskapai AS Chesley "Sully" Sullenberger yang dengan gagah berani mendaratkan sebuah Airbus di sungai Hudson di New York pada tahun 2009.

Para pakar sekarang mengatakan, berdasarkan bukti baru, flaps pada MH370 diyakini tidak ditarik ketika mendarat di Samudera Hindia bagian selatan.

Menurut The Times, dengan sengaja memperpanjang roda pendaratan, salah satu pilot kemungkinan besar menyebabkan badan pesawat segera putus. Ini juga akan meningkatkan kemungkinan maskapai tenggelam dengan cepat.

Ini akan memberikan waktu yang terbatas bagi para penyintas untuk mengevakuasi diri dari pesawat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!