Ben-Gvir Dianggap PM De Facto, Gantz Peringatkan Kekacauan di Israel
Minggu, 27 November 2022 - 00:30 WIB
Baca juga: Palestina Peringatkan Dampak Kesepakatan Koalisi antara Netanyahu dan Ben-Gvir
Gantz juga memperingatkan keputusan Netanyahu yang dilaporkan untuk mengalihkan kendali Administrasi Sipil (badan Kementerian Pertahanan yang mengatur Tepi Barat yang diduduki) ke Kementerian Keuangan, di bawah ketua Zionisme Agama Bezalel Smotrich, akan menimbulkan kritik dari komunitas internasional bahwa Israel melakukan "pencaplokan de-facto".
"Pembongkaran kekuasaan pemerintah menjadi fragmen-fragmen kementerian berdasarkan kebutuhan politik dan pembongkaran kerangka kerja operasional di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan merusak fungsi IDF dan polisi," ujar Gantz pada Jumat (25/11/2022).
"Tindakan Netanyahu adalah pengakuan bahwa perdana menteri yang sebenarnya adalah Ben-Gvir," papar dia.
Ketegangan baru antara Israel dan Palestina diperkirakan kembali muncul di era pemerintahan baru rezim Zionis itu.
Gantz juga memperingatkan keputusan Netanyahu yang dilaporkan untuk mengalihkan kendali Administrasi Sipil (badan Kementerian Pertahanan yang mengatur Tepi Barat yang diduduki) ke Kementerian Keuangan, di bawah ketua Zionisme Agama Bezalel Smotrich, akan menimbulkan kritik dari komunitas internasional bahwa Israel melakukan "pencaplokan de-facto".
"Pembongkaran kekuasaan pemerintah menjadi fragmen-fragmen kementerian berdasarkan kebutuhan politik dan pembongkaran kerangka kerja operasional di Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan merusak fungsi IDF dan polisi," ujar Gantz pada Jumat (25/11/2022).
"Tindakan Netanyahu adalah pengakuan bahwa perdana menteri yang sebenarnya adalah Ben-Gvir," papar dia.
Ketegangan baru antara Israel dan Palestina diperkirakan kembali muncul di era pemerintahan baru rezim Zionis itu.
(sya)
Lihat Juga :