Bos Perusahaan Listrik Desak Warga Tinggalkan Ukraina, Ini Alasannya

Senin, 21 November 2022 - 21:10 WIB
Selama beberapa pekan terakhir, sistem energi Ukraina berulang kali menjadi sasaran serangan militer Rusia, yang memicu pemadaman bergilir dan darurat.

“Jika Anda mengkonsumsi lebih sedikit, maka rumah sakit dengan tentara yang terluka akan memiliki pasokan listrik yang terjamin. Ini adalah bagaimana dapat dijelaskan bahwa dengan mengkonsumsi lebih sedikit atau pergi, mereka juga berkontribusi pada orang lain,” papar Timchenko.

Pernyataan itu rupanya dianggap terlalu memprihatinkan bagi masyarakat umum. Kementerian Energi Ukraina turun tangan meyakinkan orang-orang bahwa situasi dengan pasokan listrik masih terkendali dan tidak perlu meninggalkan negara.

Baca juga: Mantan Presiden Medvedev Tegaskan Kiev adalah Kota Rusia

“Menyangkal pernyataan panik yang disebarkan jejaring sosial dan media online, kami meyakinkan Anda bahwa situasi pasokan energi sulit, tetapi terkendali,” papar pernyataan Kementerian Energi Ukraina.

DTEK juga meremehkan ucapan CEO tersebut. Perusahaan membantah Timchenko telah meminta orang meninggalkan negara itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!