George Habash, Sosok Kristen Palestina yang Berani Menentang Penjajah Zionis Israel
Senin, 21 November 2022 - 14:51 WIB
Habash menempuh pendidikan dasarnya di Lydda dan pindah ke Jaffa untuk melanjutkan ke institusi pendidikan ortodoks.
Ia menerima sertifikat matrikulasinya dari Terra Sancta College, Yerusalem. Usai menyelesaikan pendidikannya, Habash kembali ke Jaffa untuk mengabdikan diri sebagai guru.
Padahal, usianya baru menginjak 16 tahun. Terkenal sebagai pribadi yang cerdas, Habash diterima menjadi mahasiswa sekolah kedokteran di Beirut pada tahun 1944.
Semasa kuliah, Habash pun memiliki catatan akademik terbaik dan mempunyai ketertarikan di berbagai bidang, seperti musik, seni, hingga kegiatan politik.
Demi berkontribusi untuk membantu para korban kekerasan di Palestina, Habash berusaha mempersingkat masa studinya dan berangkat ke Lydda pada tahun 1948.
Di sana, ia bergabung dengan klinik medis dan berposisi sebagai asisten ahli bedah yang merawat warga sipil. Rata-rata pasiennya menderita luka parah akibat membela kota.
Bersama keluarganya, Habash diusir oleh tentara Zionis. Hebatnya, Habash tetap bersemangat melanjutkan studi medisnya di Beirut dan lulus pada tahun 1951. Setelahnya, Habash bergabung dengan kelompok penelitian di bidang histologi.
Ia menerima sertifikat matrikulasinya dari Terra Sancta College, Yerusalem. Usai menyelesaikan pendidikannya, Habash kembali ke Jaffa untuk mengabdikan diri sebagai guru.
Padahal, usianya baru menginjak 16 tahun. Terkenal sebagai pribadi yang cerdas, Habash diterima menjadi mahasiswa sekolah kedokteran di Beirut pada tahun 1944.
Semasa kuliah, Habash pun memiliki catatan akademik terbaik dan mempunyai ketertarikan di berbagai bidang, seperti musik, seni, hingga kegiatan politik.
Demi berkontribusi untuk membantu para korban kekerasan di Palestina, Habash berusaha mempersingkat masa studinya dan berangkat ke Lydda pada tahun 1948.
Di sana, ia bergabung dengan klinik medis dan berposisi sebagai asisten ahli bedah yang merawat warga sipil. Rata-rata pasiennya menderita luka parah akibat membela kota.
Bersama keluarganya, Habash diusir oleh tentara Zionis. Hebatnya, Habash tetap bersemangat melanjutkan studi medisnya di Beirut dan lulus pada tahun 1951. Setelahnya, Habash bergabung dengan kelompok penelitian di bidang histologi.
Lihat Juga :