China Umumkan Kematian Pertama Akibat COVID-19 dalam Kurun 6 bulan

Minggu, 20 November 2022 - 16:45 WIB
Kerentanan itu dianggap sebagai salah satu alasan mengapa China menutup sebagian besar perbatasannya dan bertahan dengan kebijakan kaku “nol-COVID”, yang berupaya menghapus infeksi melalui penguncian, karantina, penelusuran kasus, dan pengujian massal, meskipun berdampak pada kehidupan normal dan ekonomi dan meningkatnya kemarahan publik pada pihak berwenang.

Sebagai tanggapan, pusat kota Zhengzhou hari Minggu mengatakan tidak akan lagi memerlukan tes COVID-19 negatif dari bayi di bawah usia 3 tahun dan "kelompok khusus" lainnya yang mencari perawatan kesehatan.

Baca: Varian Delta Jebol Wuhan, Warga Diminta Tes Ulang COVID-19

Pengumuman oleh pemerintah kota Zhengzhou datang setelah kematian anak kedua disalahkan pada penegakan anti-virus yang terlalu bersemangat. Gadis berusia 4 bulan itu meninggal setelah menderita muntah dan diare saat dikarantina di sebuah hotel di Zhengzhou.

Laporan mengatakan ayahnya membutuhkan 11 jam untuk mendapatkan bantuan setelah petugas kesehatan menolak memberikan bantuan dan dia akhirnya dikirim ke rumah sakit yang berjarak 100 kilometer (60 mil) jauhnya. Pengguna internet menyatakan kemarahan pada "nol COVID" dan menuntut pejabat di Zhengzhou dihukum karena gagal membantu publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!