Rusia: NATO Butuh Musuh untuk Benarkan Keberadaannya
Senin, 14 November 2022 - 18:25 WIB
Piagamnya, bagaimanapun, mengharuskan semua anggota menyetujui ekspansi apa pun, fakta yang muncul ke permukaan setelah Turki menghentikan aksesi Finlandia dan Swedia atas dugaan perlindungan tersangka terorisme.
Aliansi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) menyatakan masuknya Ukraina sebagai salah satu tujuannya pada 2008.
NATO menolak peringatan Moskow bahwa langkah seperti itu akan melewati garis merah. Setelah kudeta 2014 di Kiev, pemerintah Ukraina yang baru membatalkan kebijakan netralitas negara dan mengatakan bergabung dengan NATO adalah tujuan utamanya.
Ketika Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina pada Februari, Rusia menyebut ekspansi NATO ke Ukraina sebagai salah satu alasan utama.
“Anggota NATO melatih dan mempersenjatai tentara Ukraina serta membangun infrastruktur militer di negara itu tanpa secara resmi menerima tawaran keanggotaan Kiev,” papar pernyataan Moskow.
Aliansi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) menyatakan masuknya Ukraina sebagai salah satu tujuannya pada 2008.
NATO menolak peringatan Moskow bahwa langkah seperti itu akan melewati garis merah. Setelah kudeta 2014 di Kiev, pemerintah Ukraina yang baru membatalkan kebijakan netralitas negara dan mengatakan bergabung dengan NATO adalah tujuan utamanya.
Ketika Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina pada Februari, Rusia menyebut ekspansi NATO ke Ukraina sebagai salah satu alasan utama.
“Anggota NATO melatih dan mempersenjatai tentara Ukraina serta membangun infrastruktur militer di negara itu tanpa secara resmi menerima tawaran keanggotaan Kiev,” papar pernyataan Moskow.
(sya)
Lihat Juga :