Park Yeon-mi, Pembelot Cantik Tak Takut Dihabisi Agen Kim Jong-un

Rabu, 08 Juli 2020 - 09:57 WIB
Keluarga Pakr menyuap pejabat di dekat perbatasan dan bersembunyi di China sebelum mereka berjalan melintasi gurun Gobi untuk mencapai kedutaan Korea Selatan di Mongolia.

Tragisnya, segera setelah perjalanan mereka yang sulit dimulai, ayah Park didiagnosis menderita kanker stadium akhir, diberikan waktu tiga bulan untuk hidup dan akhirnya meninggal tidak lama setelah itu.

Dia mengaku harus menggali kuburan ayahnya sendiri—saat yang menghancurkan yang mendorongnya untuk berbicara menentang rezim Kim Jong-un dan untuk melestarikan warisannya.

"Saya duduk di sana dan itu sangat dingin, tidak ada yang bisa saya panggil, tidak ada yang datang ke pemakaman ayah saya, tidak ada yang tahu," kata Park.

"Ketika saya melihat kematian ayah saya, itu (seperti) bukan manusia, dia lebih baik daripada binatang dan saya tidak ingin akhir hidup saya seperti itu."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!