Mantan Putra Mahkota Saudi Diperintahkan Bayar Uang ‘yang Dicuri’
Rabu, 08 Juli 2020 - 03:01 WIB
Post juga menyebut dokumen yang menyetujui anggaran kontraterorisme rahasia Muhammad Bin Nayef. Ditemukan bahwa dia mengajuka nlaporan belanja yang dikembalikan lagi padanya tiga hari kemudian, dengan surat dari Khaled Al-Tuwaijri, kepala Pengadilan Kerajaan Saudi.
Di samping permintaan untuk persetujuan dana 5 miliar riyal, ada catatan tulisan tangan dari Raja Abdullah yang menyatakan “tak masalah” dalam bahasa Arab. (Lihat Infografis: 8 Kegiatan yang Bisa Dilakukan untuk Menghilangkan Stres)
Washington Post mewawancarai John Brennan, mantan direktur CIA yang bekerja sama dengan Muhammad Bin Nayef selama lebih dari satu dekade. “Selama interaksi saya dengan Muhammad Bin Nayef, dia bukan seseorang yang saya pikir terlibat aktivitas korupsi atau menyelewengkan uang,” kata Brennan, dilansir Memo.
Pada Maret, Muhammad Bin Nayef ditahan bersama sekitar 300 pejabat dan sejumlah pangeran yang dituduh terlibat korupsi. (Lihat Video: Nekat Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-emak Berurusan dengan Polisi)
Di samping permintaan untuk persetujuan dana 5 miliar riyal, ada catatan tulisan tangan dari Raja Abdullah yang menyatakan “tak masalah” dalam bahasa Arab. (Lihat Infografis: 8 Kegiatan yang Bisa Dilakukan untuk Menghilangkan Stres)
Washington Post mewawancarai John Brennan, mantan direktur CIA yang bekerja sama dengan Muhammad Bin Nayef selama lebih dari satu dekade. “Selama interaksi saya dengan Muhammad Bin Nayef, dia bukan seseorang yang saya pikir terlibat aktivitas korupsi atau menyelewengkan uang,” kata Brennan, dilansir Memo.
Pada Maret, Muhammad Bin Nayef ditahan bersama sekitar 300 pejabat dan sejumlah pangeran yang dituduh terlibat korupsi. (Lihat Video: Nekat Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-emak Berurusan dengan Polisi)
(sya)
Lihat Juga :