Jepang Berencana Kembangkan Senjata Anti-Rudal Hipersonik
Selasa, 08 November 2022 - 19:54 WIB
Dirancang dan diproduksi oleh Mitsubishi, platform SAM Type-03 mulai beroperasi di Angkatan Darat Bela Diri Jepang (JFSDF) pada tahun 2003, dan saat ini memiliki jangkauan operasional sekitar 50km.
Namun, mengingat bahwa amunisi hipersonik bergerak lebih dari lima kali kecepatan suara dan terbang di sepanjang lintasan yang tidak teratur, Type-03 dan sistem pertahanan udara serupa mengalami kesulitan melacak dan menetralisir senjata semacam itu.
Sumber tersebut mengatakan kepada Kyodo bahwa Type-03 akan ditingkatkan untuk memprediksi jalur penerbangan senjata hipersonik dan melacaknya serta mendeteksinya dengan radar, tetapi menambahkan bahwa masih belum jelas apakah peningkatan tersebut akan cukup untuk melawan teknologi baru.
Baca: Jepang Peringatkan Rusia: Gunakan Nuklir Berarti Permusuhan Terhadap Kemanusiaan!
Setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada dan Menteri Pertahanan Amerika Lloyd Austin pada bulan September, kedua belah pihak mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dalam penelitian senjata hipersonik, karena Washington belum mengembangkan rudalnya sendiri.
Namun, mengingat bahwa amunisi hipersonik bergerak lebih dari lima kali kecepatan suara dan terbang di sepanjang lintasan yang tidak teratur, Type-03 dan sistem pertahanan udara serupa mengalami kesulitan melacak dan menetralisir senjata semacam itu.
Sumber tersebut mengatakan kepada Kyodo bahwa Type-03 akan ditingkatkan untuk memprediksi jalur penerbangan senjata hipersonik dan melacaknya serta mendeteksinya dengan radar, tetapi menambahkan bahwa masih belum jelas apakah peningkatan tersebut akan cukup untuk melawan teknologi baru.
Baca: Jepang Peringatkan Rusia: Gunakan Nuklir Berarti Permusuhan Terhadap Kemanusiaan!
Setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada dan Menteri Pertahanan Amerika Lloyd Austin pada bulan September, kedua belah pihak mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dalam penelitian senjata hipersonik, karena Washington belum mengembangkan rudalnya sendiri.
Lihat Juga :