PBB Desak Parpol di Libya Setujui Upaya Percepatan Pemilu

Minggu, 30 Oktober 2022 - 14:46 WIB
Krisis politik negara saat ini berasal dari kegagalan untuk mengadakan pemilihan pada Desember 2021 dan penolakan Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah, yang memimpin pemerintahan transisi di ibu kota, Tripoli, di barat negara itu, untuk mundur.

Sebagai tanggapan, parlemen yang berbasis di timur negara itu menunjuk perdana menteri saingannya, Fathy Bashagha, yang selama berbulan-bulan berusaha untuk menempatkan pemerintahannya di Tripoli.

Baca: Misi HAM PBB Selidiki Dugaan Temuan Kuburan Massal di Libya

Resolusi tersebut menegaskan kembali “komitmen kuat Dewan Keamanan terhadap proses politik inklusif yang dipimpin Libya dan dimiliki Libya, difasilitasi oleh PBB dan didukung oleh komunitas internasional,” yang mengarah pada pemilihan sesegera mungkin.

Ini mendukung dimulainya kembali upaya untuk melanjutkan pembicaraan intra-Libya untuk menciptakan kondisi bagi pemilihan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!