Tak Peduli Krisis, Visi 2030 Saudi Tetap Berlanjut

Selasa, 07 Juli 2020 - 11:13 WIB
Saudi pun meluncurkan rencana baru untuk memperluas dua kali lipat ibu kota Riyadh dengan anggaran USD800 miliar (Rp11.606 triliun) pada satu dekade mendatang. Nantinya, Riyadh akan menjadi pusat budaya, ekonomi, dan sosial di Timur Tengah.

Strategi ambisius untuk pengembangan ibu kota, diungkap Fahd Al-Rasheed, presiden Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh. Itu diungkapkan menjelang U20, sayap konferensi pemimpin G20 yang berurusan dengan pengembangan dan strategi perkotaan. (Baca juga: Polisi Serbu pesta Seks di Kenya, 35 ABG Telanjang Ditangkap)

“Riyadh sudah menjadi mesin ekonomi penting bagi Saudi. Di bawah Visi 2030 yang akan terus bergerak dengan bertambahnya populasi hingga 15 juta orang,” katanya kepada Arab News. “Kita sudah meluncurkan 18 megaproyek di Riyadh dengan nilai lebih dari 1 triliun Riyal Saudi atau lebih dari 250 miliar untuk meningkatkan standar hidup dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Nantinya, itu bisa menciptakan banyak pekerjaan dan meningkatkan jumlah penduduk dalam 10 tahun mendatang,” paparnya.

Investasi sebanyak USD250 miliar diperkirakan akan datang dari sektor swasta. Itu bisa menggerakkan aktivitas keonomi dari pertumbuhan populasi, finansial dan perbankan, budaya, serta pariwisata. “Kita harus menjamin pertumbuhan bisa dikelola dengan layak sehingga fokus pada transportasi dan logistik, termasuk metro Riyadh yang akan dibuka awal tahun depan. Itu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas,” papar Al-Rasheed.

Rencana Saudi juga termasuk penciptaan zona megaindustri yang fokus pada teknologi modern, otomatisasi, bioteknologi, dan aquaponik. Kunci utama lainnya adalah keberlanjutan, konservasi energi dan pengurangan emisi, serta pengelolaan air. “Kamu akan melihat 7 juta pohon ditanam di Riyadh dalam beberapa tahun mendatang. Taman Raja Salman juga akan lebih luas dibandingkan Hyde Park di London,” kata Al-Rasheed. (Baca juga: Tak Ditandatangani Presiden jokowi, Gayus Lumbun: UU KPK Tetap Sah)

Sebelumnya, proyek pariwisata dan budaya Arab Saudi senilai USD20 miliar (Rp290 triliun) diperkirakan tidak akan terganggu, sekalipun terlilit krisis keuangan akibat lockdown selama wabah virus korona (Covid-19). Arab Saudi justru berharap investasi besar tersebut dapat meningkatkan pendapatan negara dan memulihkan perekonomian masyarakat secara lebih cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!