Tak Peduli Krisis, Visi 2030 Saudi Tetap Berlanjut

Selasa, 07 Juli 2020 - 11:13 WIB
Arab Saudi terus berambisi mewujudkan Visi 2030 yang diciptakan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dengan tetap melanjutkan berbagai proyek prestisius. Foto: dok/Reuters
RIYADH - Arab Saudi terus berambisi mewujudkan Visi 2030 yang diciptakan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dengan tetap melanjutkan berbagai proyek prestisius. Saudi melihat krisis ekonomi akibat Covid-19 dan melemahnya harga minyak sebagai penghalang untuk terus mewujudkan visi Saudi yang lebih hebat.

Sejauh ini, seberapa besar dampak Covid-19 terhadap keuangan dan perekonomian Arab Saudi tidak diketahui, terutama dalam satu atau tiga tahun ke depan. Namun, Pangeran Mohammed diyakini menyimpan cadangan uang negara atau meminimalkan pengeluaran di sektor lain yang dianggap kurang penting.



Pundi-pundi keuangan Arab Saudi sangat bergantung kepada penjualan minyak. Negara pengekspor minyak terbesar di dunia itu menghadapi krisis ganda menyusul terguncangnya pasar energi. Defisit anggaran negara diperkirakan naik sekitar 15% dalam produk domestik bruto (PDB) Arab Saudi pada tahun ini. (Baca: Rencana Israel Caplok Tepi Barat Membuat Fatah dan Hamas Bersatu)

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahkan berencana melakukan pinjaman sebanyak dua kali lipat. Bahkan, sejumlah program diversifikasi ekonomi menghadapi pemangkasan anggaran. Sebelumnya, Arab Saudi juga menaikkan PPN dari 5% menjadi 15% sebagai langkah awal penutupan kekurangan dana.

Meski demikian, secara matematis, Arab Saudi masih menggelontorkan uang sangat banyak untuk Visi 2030. Baru-baru ini, Arab Saudi mengucurkan dana hingga USD4 miliar untuk sektor pariwisata saja, sedangkan sektor lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!