Presiden Iran: Pembangunan Dunia Multipolar Tidak Dapat Dihentikan
Rabu, 26 Oktober 2022 - 09:21 WIB
Mahsa Amini adalah seorang wanita berusia 22 tahun yang mengalami koma dan meninggal di rumah sakit beberapa hari setelah ditahan oleh polisi moralitas Iran karena diduga mengenakan jilbab secara tidak benar.
Sementara media arus utama mengklaim wanita muda itu telah dipukuli hingga koma oleh polisi, rekaman CCTV yang dirilis pihak berwenang tampaknya menunjukkan Amini tidak menghadapi kekerasan fisik apa pun selama dalam tahanan.
Menurut penyelidikan yang dilakukan untuk parlemen Iran, Amini tidak mengalami cedera fisik.
Organisasi Medis Hukum Iran juga menyatakan kematian wanita muda itu disebabkan hipoksia serebral yang mengakibatkan hipotensi dan kegagalan organ ganda.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam AS karena ikut campur dalam urusan dalam negeri Teheran.
Washington, sementara itu, telah mengakui mengambil "langkah agresif" untuk mendukung warga Iran yang mengambil bagian dalam protes.
Sementara media arus utama mengklaim wanita muda itu telah dipukuli hingga koma oleh polisi, rekaman CCTV yang dirilis pihak berwenang tampaknya menunjukkan Amini tidak menghadapi kekerasan fisik apa pun selama dalam tahanan.
Menurut penyelidikan yang dilakukan untuk parlemen Iran, Amini tidak mengalami cedera fisik.
Organisasi Medis Hukum Iran juga menyatakan kematian wanita muda itu disebabkan hipoksia serebral yang mengakibatkan hipotensi dan kegagalan organ ganda.
Kementerian Luar Negeri Iran mengecam AS karena ikut campur dalam urusan dalam negeri Teheran.
Washington, sementara itu, telah mengakui mengambil "langkah agresif" untuk mendukung warga Iran yang mengambil bagian dalam protes.
(sya)
Lihat Juga :