Rusia Terisolasi, Hanya 4 Negara Dukung Aneksasi Wilayah Ukraina

Kamis, 13 Oktober 2022 - 14:45 WIB
Perwakilan tetap Ukraina untuk PBB, Sergiy Kyslytsya, mengatakan dalam pidatonya di depan majelis bahwa resolusi itu tentang menegakkan Piagam PBB yang melarang satu negara menyerang negara lain.

"Rekan-rekan yang terhormat, satu-satunya hal yang ditakuti Rusia adalah kesatuan tujuan kita yang kuat dalam membela Piagam PBB," katanya.

"Untuk membela hak setiap negara untuk mendapatkan keuntungan dari penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorialnya," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (13/10/2022).

Sedangkan perwakilan tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzia, tidak berhasil mengupayakan pemungutan suara rahasia mengenai resolusi tersebut. Berbicara kepada majelis, dia mengatakan resolusi itu melanggar prosedur PBB dan membela aneksasi Rusia, dengan mengatakan itu menegakkan hak penentuan nasib sendiri dari populasi berbahasa Rusia di Ukraina.

"Di sini sekali lagi, kami dituduh ketika kami berusaha melindungi saudara-saudara kami di Ukraina timur," katanya.

Pemungutan suara pada Rabu ini jatuh di sepanjang garis yang sama seperti pemungutan suara Majelis Umum PBB pada Maret lalu yang meminta Rusia untuk segera mengakhiri aksi militernya terhadap Ukraina.

Baca: Mantan Presiden Medvedev: NATO Mengakui Sedang Berperang dengan Rusia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!