Iran Kirim Tank dan Jet Tempur ke Wilayah Kurdistan untuk Redakan Aksi Protes
Rabu, 12 Oktober 2022 - 10:00 WIB
Sementara Pusat Hak Asasi Manusia di Iran mengatakan ada risiko situasi serupa di provinsi Sistan-Baluchistan di tenggara, di mana para aktivis mengatakan lebih dari 90 orang telah tewas sejak 30 September.
Baca: Dukung Demonstran Iran, Penyiar Wanita India Potong Rambut saat Siarang Langsung
“Pembunuhan kejam terhadap warga sipil oleh pasukan keamanan di provinsi Kurdistan, setelah pembantaian di provinsi Sistan-Baluchistan, kemungkinan besar merupakan awal dari kekerasan negara yang parah yang akan datang,” kata direkturnya Hadi Ghaemi.
Di antara mereka yang ditangkap dalam tindakan keras keamanan adalah putri mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani. Faezeh Hashemi, 59, mantan anggota parlemen dan aktivis hak-hak perempuan.
Ia ditahan di Teheran pada 27 September karena menghasut warga untuk ambil bagian dalam demonstrasi. Otoritas kehakiman mengatakan dia telah didakwa dengan "kolusi, gangguan ketertiban umum, dan propaganda melawan republik Islam."
Baca: Dukung Demonstran Iran, Penyiar Wanita India Potong Rambut saat Siarang Langsung
“Pembunuhan kejam terhadap warga sipil oleh pasukan keamanan di provinsi Kurdistan, setelah pembantaian di provinsi Sistan-Baluchistan, kemungkinan besar merupakan awal dari kekerasan negara yang parah yang akan datang,” kata direkturnya Hadi Ghaemi.
Di antara mereka yang ditangkap dalam tindakan keras keamanan adalah putri mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani. Faezeh Hashemi, 59, mantan anggota parlemen dan aktivis hak-hak perempuan.
Ia ditahan di Teheran pada 27 September karena menghasut warga untuk ambil bagian dalam demonstrasi. Otoritas kehakiman mengatakan dia telah didakwa dengan "kolusi, gangguan ketertiban umum, dan propaganda melawan republik Islam."
(esn)
Lihat Juga :